27.3 C
Manokwari
Senin, Maret 30, 2026
27.3 C
Manokwari
More

    Badan Gizi Nasional Ancam Suspend Mitra yang Mark Up Harga Bahan Baku MBG

    Published on

    JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan ancaman serius terhadap seluruh mitra penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang nekat melakukan penggelembungan harga bahan baku. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan anggaran negara terserap secara transparan dan tepat sasaran demi pemenuhan gizi masyarakat.

    “Mitra yang mark up harga gila-gilaan dan menekan Kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan, akan saya minta kedeputian Tauwas untuk suspend tanpa pemberian insentif karena termasuk pelanggaran berat,” tegas Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

    Baca juga:  Wabup Raja Ampat Jenguk Siswa Keracunan Menu MBG, Evaluasi Dapur Penyedia

    Nanik menegaskan bahwa pihak BGN tidak akan memberikan toleransi bagi oknum yang mencoba mencari keuntungan berlebih di tengah program kemanusiaan ini. Pihaknya telah menetapkan alokasi anggaran yang sangat terukur, yakni sebesar Rp8.000 hingga Rp10.000 untuk setiap porsi menu yang disajikan.

    “Saya minta untuk tidak diberikan insentif juga karena mitra yang demikian tidak akan pernah puas. Sudah dikasih insentif, masih saja nakal mark up harga bahan baku,” tambah Nanik.

    Perilaku nakal mitra yang melakukan mark up dinilai mencederai tujuan utama penyediaan layanan gizi bagi masyarakat luas. BGN berkomitmen untuk terus memelototi setiap transaksi pengadaan bahan baku yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.

    Baca juga:  Jaga Persaudaraan, Satgas Pamrahwan Yonif Rider 500/Sikatan Bagikan Sembako

    “Kita suspend satu minggu sampai mereka membuat pernyataan tidak mark up harga dan tidak monopoli menjadi supplier sendiri. Itu pelanggaran berat,” terang Nanik.

    Sanksi penghentian operasional sementara tersebut bertujuan memberikan kesempatan bagi mitra untuk melakukan perbaikan manajemen internal. Jika dalam masa hukuman tersebut mitra tetap tidak menunjukkan komitmen perbaikan, maka sanksi yang lebih berat akan segera dijatuhkan.

    Baca juga:  Baru 32 Unit Beroperasi, Obet Rumbruren Minta Dapur Bergizi Papua Barat Diperluas

    Peringatan keras ini dikeluarkan seiring dengan agenda pengoperasian kembali SPPG secara serentak pada 31 Maret mendatang. BGN berharap seluruh elemen pendukung dapat bekerja sesuai aturan teknis yang telah ditetapkan guna menjaga akuntabilitas program nasional ini.

    Diharapkan transparansi dalam pengadaan bahan baku dapat menciptakan persaingan usaha yang sehat dan adil di antara para mitra. Hal ini sangat penting untuk memastikan anak-anak penerima manfaat mendapatkan kualitas makanan terbaik sesuai standar gizi yang direncanakan pemerintah. (*/red)

    Latest articles

    Gubernur Dominggus Puji Sinergi TNI-Polri Jaga Lebaran di Papua Barat Aman

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengapresiasi kolaborasi solid antara aparat keamanan dan masyarakat yang berhasil menjaga situasi tetap kondusif selama perayaan...

    More like this

    BGN Hentikan Sementara 1.528 SPPG di Indonesia, Ini Penyebabnya

    JAKARTA, LinkPapua.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional sementara sebanyak 1.528 Satuan Pelayanan...

    Update Kapal Pertamina di Selat Hormuz: 2 Berhasil Keluar, 2 Masih Tertahan

    JAKARTA, LinkPapua.id - Upaya evakuasi kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) di Selat Hormuz...

    Tips Hemat LPG ala Menteri Bahlil: Masakan Sudah Masak, Kompor Jangan Boros!

    JAKARTA, LinkPapua.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat...