PEGAF, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru jemaat GPKAI Eklesia Ullong di Kampung Imbai, Distrik Ullong, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Sabtu (14/3/2026). Dalam kesempatan itu, Dominggus turut menyerahkan bantuan 300 sak semen dan Rp10 juta untuk mendukung pembangunan gereja.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan. Bernard turut memberikan bantuan Rp100 juta dan 50 sak semen bagi pembangunan rumah ibadah tersebut.
Dominggus mengatakan pemerintah provinsi berkomitmen membantu pembangunan rumah ibadah di daerah. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kehidupan beragama di tengah masyarakat.
“Saya berharap pembangunan gedung gereja ini dapat berjalan lancar hingga nantinya diresmikan dan digunakan oleh jemaat,” ujarnya.
Dia menegaskan gereja yang dibangun nantinya harus dimanfaatkan sebagai tempat ibadah yang memperkuat kehidupan rohani jemaat. Dominggus juga mengingatkan agar setiap firman Tuhan yang disampaikan para hamba Tuhan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tanah Papua ini memiliki begitu banyak kekayaan alam dan telah diberkati Tuhan. Karena itu, kita yang mengelola harus menjadi berkat bagi semua orang,” katanya.
Sementara itu, Bupati Mansel Bernard Mandacan mengatakan masyarakat Arfak di berbagai wilayah merupakan satu keluarga besar. Dia menyebut warga Arfak yang berada di Mansel, Manokwari, Teluk Bintuni hingga Teluk Wondama tidak dapat dipisahkan.
“Kita sebagai keluarga besar Arfak yang ada di Mansel, Manokwari, Bintuni dan Wondama adalah satu. Tidak ada kepentingan lain yang membuat kita terpisah. Kita ada untuk membangun tanah Arfak yang telah diberikan Tuhan ini,” tuturnya.
Bernard juga mengingatkan generasi muda untuk menjaga budaya dan adat istiadat orang Arfak. Menurutnya, warisan leluhur tersebut harus terus dilestarikan hingga generasi mendatang.
“Bersama-sama mari kita hidup berdampingan dengan rukun dan saling toleransi,” ucapnya.
Dia berharap pembangunan gereja baru tersebut dapat meningkatkan ketaatan umat dalam beribadah. Selain itu, keberadaan gereja juga diharapkan mendorong masyarakat berkontribusi bagi kemajuan daerah sekaligus menjaga budaya di tanah Papua. (LP14/red)









