JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026 ini. Wilayah Papua bagian timur juga masuk dalam daftar zona musim yang mengalami peralihan cuaca tersebut.
Secara nasional, terdapat 184 Zona Musim (ZOM) yang terdampak atau setara dengan 26,3 persen wilayah Indonesia. Peralihan musim ini diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai April hingga mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
Kondisi musim kemarau di wilayah Papua tahun ini diperkirakan akan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Hal tersebut ditunjukkan dengan dominasi kategori curah hujan yang berada di bawah normal selama periode kemarau berlangsung.
Selain kondisi yang lebih kering, durasi kemarau di daratan Papua juga diprediksi cenderung lebih panjang dari rata-rata klimatologis. Fenomena ini menjadi alarm bagi pengelolaan sumber daya air dan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Pihak BMKG meminta berbagai sektor di Papua segera melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi dampak kekeringan. Penyesuaian pola tanam dan manajemen cadangan air menjadi langkah utama sebelum mencapai puncak kemarau di bulan Agustus.
Sementara itu, wilayah lain seperti Aceh, sebagian Sumatera, dan Pulau Jawa juga mulai memasuki masa peralihan yang sama. Namun, fokus pengawasan pada wilayah Indonesia timur ditingkatkan mengingat durasi kemarau yang diprediksi lebih lama. (*/red)








