JAKARTA, LinkPapua.id – BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami cuaca lebih panas sepanjang musim kemarau 2026. Meski begitu, kondisi panas dipastikan tidak akan seekstrem tahun 2024.
“Sepanjang 2026, kami memprediksikan bahwa suhu di Indonesia berkisar antara 25-29°C untuk rata-rata tahunannya,” ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

BMKG menyebut suhu rata-rata tahunan di Indonesia berada di kisaran 25 hingga 29 derajat Celsius. Suhu tersebut masih dalam rentang yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Jadi secara akumulatif rata-rata nasional tahun 2026 itu berada di dalam range dari temperatur yang pernah terjadi selama beberapa tahun terakhir,” katanya.
BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami suhu di atas 28 derajat Celsius. Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatra selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, pesisir utara Jawa, dan Papua Selatan.
Sebaliknya, wilayah dataran tinggi diperkirakan memiliki suhu lebih rendah di bawah 25 derajat Celsius. Kawasan tersebut antara lain Bukit Barisan di Sumatra, Pegunungan Latimojong di Sulawesi, dan Pegunungan Jaya Wijaya di Papua.
BMKG memproyeksikan puncak panas pada 2026 terjadi pada Agustus hingga September. Suhu rata-rata bulanan pada periode itu diperkirakan mencapai 25,5 hingga 30 derajat Celsius.
“Kita memang ekspektasikan tahun 2026 itu tidak sepanas tahun 2024. Demikian pula prediksi pusat global iklim lainnya di negara lain itu mayoritas dikarenakan saat ini berlangsung fenomena La Nina yang biasanya ikut secara temporer mendinginkan suhu permukaan bumi selama kurang lebih 1 tahun hingga 1,5 tahun,” tutur Ardhasena.
BMKG juga memperkirakan anomali suhu udara permukaan pada 2026 berada di kisaran -0,5 hingga +0,6 derajat Celsius. Anomali suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kalimantan Timur dan sebagian Jambi.
Sementara itu, anomali suhu terendah diperkirakan terjadi di dataran tinggi Jawa Tengah dan beberapa wilayah Nusa Tenggara. BMKG menilai kondisi ini tetap menunjukkan tren lebih hangat di sebagian besar wilayah Indonesia. (*/red)















