Dijaga Ketat Polisi, Demo Tolak Otsus Jilid II di Manokwari Berakhir Damai

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Unjuk rasa gabungan mahasiswa dan kolompok pro kemerdekaan Papua di Jln. Gunung Salju Kelurahan Amban Distrik Manokwari Barat, Manokwari Papua Barat, Jumat (21/5/2021), dikawal ketat aparat Kepolisian setempat.

Aksi itu dihadang personil Polres Manokwari dibantu Brimob Polda Papua Barat. Hadangan itu mampu menggagalkan agenda longmarch ratusan massa itu.

Kepala Bagian (Kabag) Operasi AKP. Edward Panjaitan mengatakan, aksi longmarch tidak diizinkan demi alasan keamanan dan kenyamanan wilayah.

Baca juga:  Ketua DPD Partai Ummat Manokwari: Sistem Proporsional Terbuka Ideal untuk Pemilu 2024

“Kami (Polisi) tidak membungkam hak demokrasi pengunjuk rasa. Kami hanya menjamin keamanan dan ketertiban umum. Untuk itu tidak diizinkan longmarch, silahkan berorasi ditempat,” kata Panjaitan kepada pengunjuk rasa.

Sementara, Erik Aliknoe, salah satu orator dalam aksi itu, mengatakan, unjuk rasa tersebut merupakan aksi damai yang dilakukan guna menyampaikan aspirasi kepada negara melaluu Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB).

Baca juga:  Basarnas Manokwari Berhasil Kumpulkan Puluhan Kantong Darah

“Ini aksi damai, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi, bahwa situasi Papua sedang dirundung masalah kemanusiaan,” kata Aliknoe.

Menurut catatan pengunjuk rasa, rangkaian peristiwa kemanusiaan yang terjadi, yaitu penahanan aktivis Papua Viktor Yeimo, penolakan Otsus Papua hingga menolak pemberian label ‘teroris’ kepada Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka atau TPN OPM.

“Kami minta bebaskan Viktor Yeimo, dan kami pun tolak pemberian label ‘teroris’ kepada TPN OPM, mereka berjuang murni untuk keadilan rakyat Papua,” teriak Aliknoe dalam orasinya dihadapan aparat keamanan.

Baca juga:  Pemkab Manokwari Berharap Halal Bi Halal Pererat Kerukunan Umat Beragama

Aksi itu berakhir secara damai setelah Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren bersama sejumlah anggotanya mendatangi lokasi unjuk rasa dan melakukan upaya negoisasi.

“Kami meminta semua pihak tetap menjaga keamanan dan kedamaian daerah ini. Aspirasi yang disampaikan tentu akan kami lanjutkan sesuai kewenangan lembaga ini,” kata Ahoren. (LP7/red)

Latest articles

Kontingen Sumsel Target Emas di 4 Kategori Pesparawi Nasional XIV

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Sumatra Selatan (Sumsel) menargetkan raihan medali emas pada empat kategori yang diikuti dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV...

More like this

Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Jadi Momentum Emas Dongkrak Ekonomi Kerakyatan

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan digelar...

H-3 Pembukaan Pesparawi, Pemda Manokwari Intensifkan Kerja Bakti Massal

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menggelar kerja bakti massal sebagai bagian dari persiapan akhir menyambut...

Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Manokwari Ajak Umat Perkuat Semangat Hijrah dan Persatuan

MANOKWARI, Linkpapua.id– Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Manokwari bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari menggelar...