Divisi Humas Polri: Kekerasan terhadap Jurnalis Mengkhawatirkan, 40 Kasus Tiap Tahun

Published on

MANOKWARI, LinkBapua.com – Divisi Humas Mabes Polri menganggap kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia mengkhawatirkan. Hal itu berkaca pada masih tingginya kasus yang terjadi tiap tahunnya.

Hal ini mengemuka pada focus group discussion (FGD) yang digelar secara daring Divisi Humas Mabes Polri, Rabu (31/5/2023). Kegiatan ini bertujuan membahas topik mengenai kebebasan pers dan perlindungan jurnalis, dengan partisipasi dari seluruh polda hingga polres dan jurnalis di daerah.

Baca juga:  Tim Paduan Suara GAMKI Manokwari Siap Tampil di International Bandung Choral Festival

Dari Mapolda Papua Barat, diikuti Humas Polda Papua Barat dan beberapa satuan kerja (satker) di jajaran Polda Papua Barat bersama para wartawan.

Karo PID Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. M. Hendra Suhartiyono, menjelaskan pers memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pers berfungsi sebagai saluran informasi kepada masyarakat.

Baca juga:  Usai Raih UHC Award, Waterpauw Ungkap Obsesi Bangun RSUD di Pegaf

“Rencana program pembangunan daerah butuh disosialisasikan untuk diketahui masyarakat. Itu dapat diketahui melalui peran pers. Sebagai pilar demokrasi, pers menghadapi jalan berliku sebagai konsekuensi yang tidak jarang menghadapi kepentingan tertentu. Padahal, kemerdekaan pers sebagai wujud kedaulatan rakyat dengan prinsip demokrasi,” ujar Hendra.

Ia juga menyampaikan dalam membangun pers, terdapat konsekuensi yang perlu diperhatikan, dan dalam Undang-Undang Pers, prinsip demokrasi dan supremasi hukum sangat ditekankan.

Baca juga:  Ketua Golkar Manokwari Optimistis Y20 dan W20 Bawa Perubahan Baik untuk Papua Barat

“Tingkat kekerasan pada jurnalis cukup merisaukan di mana per tahun ada 40 kasus terjadi. Sebagian besar terjadi saat sedang bekerja maupun usai hasil berita dinaikkan ke publik. Dalam Undang-Undang Pers, wartawan mendapat perlindungan dan jaminan hukum dari pemerintah dan masyarakat,” katanya. (LP3/Red)

Latest articles

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dalam pelaksanaan APBD Pemprov Papua Barat. Temuan ini...

More like this

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan...

DPRK Manokwari Minta OPD Lengkapi Data Program untuk Evaluasi LKPJ 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Komisi IV DPRK Manokwari meminta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang...

Pansus DPRP Papua Barat Ultimatum OPD Mangkir Rapat LKPJ 2025

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pansus DPRP Papua Barat mengultimatum OPD yang mangkir dari rapat pembahasan...