25.1 C
Manokwari
Minggu, Maret 29, 2026
25.1 C
Manokwari

Search for an article

More

    DPR Papua Barat Godok Perda Perlindungan Situs Keagamaan

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – DPR Papua Barat mulai menggodok rancangan peraturan daerah (perda) tentang perlindungan dan pengembangan situs-situs keagamaan. Pembahasan usul judul perda ini akan dilakukan sebelum sidang KUA-PPAS 2026.

    “Perda ini merupakan inisiatif DPR yang kami sendiri di Bapemperda yang mengusulkan. Kami sudah mengurat kepada pimpinan dan seluruh anggota DPR juga gubernur untuk melakukan paripurna usul judul sebelum sidang KUA-PPAS 2026 dibahas di bulan ini,” ujar Ketua Bapemperda DPR Papua Barat Amin Ngabalin kepada wartawan di RSUP Papua Barat, Kamis (13/12/2025).

    Amin menjelaskan, usai paripurna usul judul, Bapemperda akan membahas prioritas rancangan perda yang siap disusun bersama anggarannya. Jika disepakati, tahap selanjutnya adalah paripurna penetapan judul dalam propemperda.

    Dia menyebut penetapan judul sebelum sidang KUA-PPAS bertujuan agar anggaran pelestarian situs keagamaan dapat dimasukkan dalam APBD 2026. Saat ini pihaknya telah menyerahkan usulan dan menunggu respons dari pemerintah daerah.

    “Karena sekarang teman-teman DPR baru selesai reses, maka kita akan lihat nanti. Namun, saya pastikan perlindungan, pengembangan, dan pelestarian situs-situs keagamaan pasti masuk di dalam APBD 2026,” katanya.

    Menurut Amin, dasar penyusunan perda ini berangkat dari keunikan Papua Barat sebagai wilayah pertama di tanah Papua tempat masuknya tiga agama samawi: Islam, Yahudi, dan Nasrani. Karena itu, perlu ada aturan khusus untuk menjaga dan mengembangkan situs-situs keagamaan tersebut.

    “Ini menjadi peluang wilayah Papua Barat untuk mengembangkan wisata rohani. Olehnya, peraturan terkait perlindungannya perlu dibuat,” tuturnya.

    Dia mencontohkan sejumlah situs keagamaan penting seperti Pulau Mansinam, Nubuatan Kijne di Wondama, dan lokasi masuknya Islam pertama di Fakfak yang perlu dilestarikan. Pelestarian ini, kata dia, juga berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah dari sektor wisata.

    “Setiap tahunnya ramai-ramai orang datang ke Mansinam, ke Wondama, dan ke Fakfak untuk merayakan hari peradaban tersebut. Dari situ dapat menjadi potensi PAD untuk daerah,” ucapnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Sinergi BPH Migas, DEN dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM...

    0
    SORONG, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan dan mengecek langsung...

    More like this

    Sinergi BPH Migas, DEN dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM di Papua Barat Daya

    SORONG, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH...

    Gubernur Papua Barat ke Wisudawan UNCRI: Bangunlah Daerahmu!

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta para lulusan perdana Universitas Caritas...

    9 Tim Siap Tampil di Liga 4 Papua Barat, Dibuka 31 Maret oleh Gubernur

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Panitia penyelenggara menggelar Match Coordinator Meeting (MCM) Liga 4 Papua Barat sebagai...
    Exit mobile version