DPRK Manokwari Soroti Polusi Asap dari TPA Sowi Karena Sampah Terbakar

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id – Komisi III DPRK Manokwari mendatangi langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Sowi, Kabupaten Manokwari, Kamis (13/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya membahas persoalan pengelolaan dan kondisi TPA, termasuk penanganan sampah yang terbakar di lokasi tersebut.

Ketua Komisi III DPRK Manokwari, Abu Rumkel, mengatakan pihaknya melihat langsung kondisi TPA dan menemukan kebutuhan mendesak terhadap penambahan alat berat untuk mendukung proses penanganan sampah dan mencari sumber api.

“Kita sudah melihat langsung kondisi TPA. Sampah yang terbakar itu sudah sejak Juni. Dengan kondisi yang ada memang harus ada penambahan alat berat agar bisa membongkar sampah untuk mencari sumber apinya. Saat ini yang tersedia hanya satu dan kondisinya kurang bagus, sehingga perlu ada penambahan setidaknya tiga alat berat,” ujar Abu usai meninjau TPA.

Baca juga:  HUT Ke-22 Teluk Bintuni, Gubernur Papua Barat Tekankan Pengelolaan Potensi Lokal dan SDM

Menurutnya, keterbatasan alat berat menjadi salah satu kendala dalam penanganan sampah yang terbakar. Dengan tambahan alat berat, petugas dinilai akan lebih mudah membongkar tumpukan sampah dan melakukan penanganan terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api.

Abu juga mengungkapkan, berdasarkan kondisi di lapangan, sampah yang terbakar diduga disebabkan adanya pihak yang melakukan pembakaran sampah di area TPA. Mengingat areal tersebut tidak dilengkapi pagar pembatas.

Baca juga:  CDK Mansel Akan Mendampingi Tiga Kelompok Pengelola Hutan Sosial.

Karena itu, ia mendorong adanya penanganan yang lebih serius terhadap aktivitas di dalam kawasan TPA agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan berdampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Selain penambahan alat berat, politisi PPP tersebut juga mendorong Pemerintah Kabupaten Manokwari mengalokasikan anggaran untuk pembuatan kolam baru di kawasan TPA.


Menurutnya, lahan yang masih tersedia di sekitar TPA dapat dimanfaatkan untuk pembangunan kolam baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan pengelolaan sampah di daerah tersebut.

“Kita juga mendorong agar ada alokasi anggaran untuk membuat kolam baru dengan memanfaatkan lahan yang masih ada,” katanya.

Baca juga:  Ahmad Kuddus Gelar Silaturahmi dan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Warpramasi

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari akan membuka posko pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kampung Masyepi dan Katebu. Kedua kampung tersebut berlokasi tidak jauh dari TPA. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak persoalan asap dan kondisi lingkungan.

Komisi III DPRK Manokwari berharap langkah penanganan TPA tidak hanya bersifat sementara, tetapi disertai perencanaan dan dukungan anggaran yang memadai sehingga persoalan pengelolaan sampah di Manokwari dapat ditangani secara berkelanjutan. Selain itu perlu adanya koordinasi dengan instansi lain dalam penanganan sampah di TPA. (LP3/Red)

Latest articles

IRI Indonesia Luncurkan Chapter Papua Barat: Hutan Bisa Jadi Rumah Ibadah

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia meluncurkan chapter Papua Barat untuk membangun kolaborasi lintas agama dalam perlindungan hutan. Fasilitator nasional IRI Indonesia...

More like this

PAD Hanya Rp160,17 Miliar, Fraksi Golkar DPRK Manokwari Minta Basis Pajak Diperluas

MANOKWARI, LinkPapua.id – Fraksi Partai Golkar DPRK Manokwari meminta Pemkab Manokwari memperluas basis pajak...

Yohanis Manibuy Sambut Kajati Papua Barat, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H., menyambut langsung kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua...

Fraksi Nasional DPRK Manokwari Desak Pembenahan APBD, PAD hingga Belanja Disorot

MANOKWARI, LinkPapua.id – Fraksi Nasional Bersatu DPRK Manokwari mendesak Pemkab Manokwari membenahi pengelolaan keuangan...