JAKARTA, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menemui Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Jakarta untuk membahas percepatan kesejahteraan sosial. Dalam pertemuan tersebut, Dominggus mengusulkan Kabupaten Manokwari menjadi proyek percontohan (pilot project) digitalisasi bantuan sosial (bansos).
“Kami berharap dukungan kebijakan, pendanaan, maupun pendampingan teknis dari Kementerian Sosial agar seluruh program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Papua Barat,” ujar Dominggus di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dominggus menjelaskan digitalisasi ini mencakup integrasi data dan penyaluran bansos secara non-tunai. Sistem tersebut diharapkan bisa memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.
Selain itu, Dominggus mendorong penambahan jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Fokus utamanya adalah masyarakat di daerah terpencil dengan tingkat kemiskinan tinggi.
Pemprov juga mengusulkan perbaikan data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Langkah ini dilakukan melalui penguatan ekosistem e-warong dan pengawasan distribusi di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Dominggus turut mengusulkan pembangunan panti terpadu untuk warga telantar. Fasilitas ini nantinya akan melayani disabilitas, lansia, hingga anak-anak yang membutuhkan perlindungan sosial.
Sektor pendidikan juga dibahas melalui usulan Program Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan memudahkan akses pendidikan dasar sekaligus pemberdayaan sosial.
Dominggus menegaskan pentingnya kerja sama dengan BPS untuk memverifikasi data penerima jaminan kesehatan. Validasi lapangan diperlukan agar data kesejahteraan sosial di daerah benar-benar akurat.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua pihak untuk menindaklanjuti usulan tersebut secara teknis. Pemerintah pusat dan daerah sepakat memperkuat koordinasi demi kelancaran program perlindungan sosial. (LP14/red)








