Inflasi Papua Barat Januari 2026 Tembus 5,02%, Sektor Perumahan Melonjak

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Provinsi Papua Barat mencatatkan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,02 persen pada pembukaan tahun 2026. Lonjakan harga pada sektor perumahan dan energi menjadi pendorong utama kenaikan indeks di wilayah tersebut.

“Pada Januari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Papua Barat sebesar 5,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,76,” tulis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resminya, Rabu (4/2/2026).

BPS merinci bahwa inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga yang signifikan di hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. Sektor perumahan hingga kebutuhan energi rumah tangga tercatat mengalami kenaikan yang sangat tajam.

Baca juga:  Kapolda Papua Barat Tinjau Posko Terpadu Ops Ketupat Mansinam 2026

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 18,97 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 8,21 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 6,53 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,68 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau 3,51 persen; kelompok transportasi 2,39 persen; kelompok kesehatan 1,44 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,68 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,52 persen,” tulis BPS merincikan.

Baca juga:  Tak Lulus Seleksi, Puluhan Casis Bintara Polri Jalur Otsus Datangi Kantor DPR PB

Meskipun mayoritas sektor mengalami kenaikan, terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang justru mencatatkan penurunan harga. Sektor pendidikan menjadi salah satu yang mengalami deflasi di tengah tren kenaikan harga awal tahun.

“Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pendidikan 2,37 persen; dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,92 persen,” sebut BPS dalam laporannya.

Baca juga:  Papua Barat Alami Deflasi di Bulan Februari, Ini Sektor yang Memengaruhi

Secara kumulatif, pergerakan inflasi bulanan di Papua Barat terpantau relatif rendah di awal tahun ini. Data menunjukkan adanya stabilitas harga yang terjaga jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Provinsi Papua Barat bulan Januari 2026 mengalami inflasi month to month (m-to-m) dan inflasi year to date (y-to-d) masing-masing sebesar 0,02 persen,” lapor BPS. (*/red)

Latest articles

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sarmi Papua Pagi Ini

0
SARMI, LinkPapua.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,6 mengguncang wilayah Sarmi, Papua. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat getaran berada di...

More like this

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak Papua Barat

KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas...

Musrenbang Otsus-RKPD Papua Barat Fokuskan 3 Program Prioritas Pembangunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua...

Musrenbang Papua Barat 2027 Sepakati 446 Subkegiatan, Anggaran Otsus Tembus Rp1 Triliun

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyepakati ratusan subkegiatan prioritas dengan total...