JKN Bantu Pasien Diabetes di Manokwari Berobat Rutin Tanpa Biaya

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan jaminan layanan komprehensif bagi para penderita penyakit kronis di Manokwari, Papua Barat. Jaminan tersebut membebaskan para peserta dari beban biaya pengobatan rutin maupun penebusan obat-obatan farmasi.

“Dulu saya sering merasa lemas, cepat lelah, dan pusing. Saya kira hanya kelelahan biasa. Setelah mendapatkan pengobatan dan rutin kontrol, saya sadar penyakit ini tidak bisa dianggap sepele,” ujar Saharuddin saat menceritakan pengalaman klinisnya sebagai penderita Diabetes Melitus (DM) di fasilitas kesehatan Manokwari, Minggu (24/5/2026).

Baca juga:  Lewat Program Rujuk Balik, Pasien Diabetes di Manokwari Jalani Pengobatan Tanpa Khawatir Biaya

Saharuddin merupakan seorang pasien berusia 57 tahun yang terdaftar aktif dalam kepesertaan penerima bantuan Iuran jaminan kesehatan. Seluruh rangkaian pemeriksaan medis berkala serta kebutuhan pasokan obat-obatan penunjang miliknya dipenuhi oleh sistem tanpa adanya pungutan biaya tambahan.

“Sebagai pasien DM, saya benar-benar merasakan pelayanan yang sangat baik, tanpa biaya tambahan maupun kebutuhan membeli obat di luar, serta dilayani petugas yang ramah,” katanya.

Jaminan ini juga mengintegrasikan pasien ke dalam jajaran program pengelolaan penyakit kronis bentukan BPJS Kesehatan. Intervensi medis tersebut mencakup pemberian fasilitas senam kesehatan secara berkala, edukasi preventif, konsultasi dokter spesialis, hingga pendistribusian logistik obat bulanan.

Baca juga:  Tim Avatar Amankan 2 Pencuri yang Beraksi di Tempat Karaoke 

“Program ini sangat membantu menjaga kondisi diabetes tetap terkontrol sesuai terapi dari dokter,” tutur Saharuddin.

Selain itu, BPJS Kesehatan turut membuka akses penapisan risiko kesehatan secara cuma-cuma bagi seluruh kelompok peserta. Bagi warga dengan indikasi risiko sedang hingga tinggi pada penyakit DM, sistem otomatis menggratiskan tes laboratorium lanjutan untuk mendeteksi kadar gula darah.

“Puji syukur, dengan adanya Program JKN saya dapat menjalani pengobatan dan kontrol rutin tanpa terbebani biaya. Saya bisa lebih fokus pada pemulihan,” ungkapnya.

Baca juga:  Tak Pernah Dibedakan, Peserta PBI JKN di Manokwari Puji Layanan BPJS

Perluasan cakupan pemeriksaan dini ini ditujukan untuk mengontrol laju penyakit tidak menular yang membutuhkan penanganan jangka panjang di masyarakat. Skema pelayanan mandiri tersebut dirancang guna menekan potensi komplikasi lanjutan bagi para penderita komorbiditas lokal.

“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan. Program JKN ini sangat membantu dan memberi rasa aman, terutama bagi kami yang harus berobat jangka panjang. Saya juga berharap masyarakat semakin sadar pentingnya jaminan kesehatan,” ucap Saharuddin. (*/red)

Latest articles

Sarjito Resmi Pimpin Pengawasan Bursa Mineral, OJK Targetkan BMKS Berjalan 2027

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Sarjito resmi menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode...

More like this

Jejak Pengabdian Edi Budoyo, dari Pj Bupati Mansel hingga Dua Periode Wabup Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id – Mantan Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, dimakamkan di Taman Makam Bahagia,...

Eks Wabup Manokwari Edi Budoyo Dimakamkan di Taman Makam Bahagia

MANOKWARI, LinkPapua.id – Eks Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Edi Budoyo dimakamkan di Taman Makam...

Penghormatan Masyarakat Manokwari Kuatkan Keluarga Edi Budoyo Saat Pelepasan Jenazah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Penghormatan masyarakat menguatkan keluarga mantan Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Edi Budoyo...