Keluarga Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat PB Barat Desak Langkah Serius Kepolisian

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Keluarga korban dugaan pelecehan seksual, yang diduga dilakukan oknum pejabat di Pemprov Papua Barat (PB), meminta Polda Papua Barat agar mengambil langkah serius dalam menangani kasus ini.

DF , salah seorang anggota keluarga korban, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kelambanan aparat kepolisian dalam menangani laporan dugaan pelecehan seksual tersebut. Menurutnya, keluarga korban merasa bahwa langkah-langkah yang diambil tim penyidik tidak menunjukkan perkembangan signifikan.

“Sebenarnya kami mempertanyakan bahwa Polda ini serius atau tidak memproses kasus ini. Sebab, saudara kami menjadi korban dan pelaku masih berkeliaran di mana-mana,” kata DF, Kamis (10/8/2023).

Selain itu, DF juga mengungkapkan korban terus menerima tekanan dari pihak tertentu. Ironisnya, meskipun telah melaporkan kasus ini ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), proses yang berjalan lambat membuat korban makin rentan terhadap tekanan tersebut.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Seleksi Atlet untuk Pornas Bapor Korpri 2025 di Palembang

Kuasa Hukum yang mewakili korban, Yulianto, telah meminta Polda Papua Barat dan menekankan perlunya penyampaian informasi tentang perkembangan penyelidikan kasus ini. Namun, Yulianto menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan (SP2HP) dari tim penyidik.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel T.M. Silitonga, menegaskan komitmen pihaknya dalam terus mengusut kasus dugaan pelecehan seksual ini. “Kasus pelecehan seksual sampai sekarang masih ditangani,” tegasnya.

Walau begitu, ia mengakui menerima sejumlah masukan dan saran dari berbagai pihak yang akan dipertimbangkan dalam proses penyelidikan. “Tapi, ada beberapa saran dan usulan yang masuk ke saya yang perlu di pertimbangkan,” katanya.

Baca juga:  Pembakaran THM Double O di Sorong: 11 Diamankan, 8 Masih DPO

Dirreskrimum Polda Papua Barat, Kombes Pol. Novia Jaya, menjelaskan proses penyelidikan terkait kasus dugaan pelecehan seksual, yang melibatkan oknum pejabat Pemprov Papua Barat berinisial LI, masih dalam tahap koordinasi dengan jaksa di Kejati Papua Barat.

“LI ini kita sudah koordinasi dengan kejaksaan. Jadi, belum kirim berkas, tetapi baru berkoordinasi. Selain itu, kita menunggu hasil uji labfor dari Mabes Polri,” ungkapnya.

Adapun koordinasi dengan kejaksaan ini berkaitan dengan penyiapan berkas penyelidikan tim penyidik Polda Papua Barat. “Untuk penetapan tersangka belum, memang prosesnya sudah pada tingkat penyidikan,” tambahnya.

Baca juga:  Pencuri Patung Kasuari di Kantor Gubernur Papua Barat Ternyata Honorer Pemprov

Menyinggung mengenai penetapan tersangka, Novia mengungkapkan tim penyidik masih menunggu hasil uji laboratorium forensik terkait bukti-bukti yang ada.

Novia menegaskan dalam proses penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual ini, tidak ada campur tangan dari pihak mana pun. “Kita penyidik tidak ada intervensi,” tuturnya.

Sebelumnya, korban inisial CR, seorang perempuan, telah mengajukan laporan ke Polda Papua Barat dengan Nomor LP/B/100/V/2023/SPKT/Polda Papua Barat pada 10 Mei 2023, terkait dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan LI, seorang oknum pejabat di Pemprov Papua Barat.

Berdasarkan laporan tersebut, tim penyidik kemudian meningkatkan status kasus menjadi penyelidikan dengan surat Nomor: SP. Sidik/32.a/V/RES.1.24/2023/Ditreskrimum 19 Mei 2023. (*/Red)

Latest articles

Pemprov Papua Barat Target Raih Opini WTP, Komitmen Selesaikan Temuan BPK

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangan daerah. Pemprov memastikan seluruh temuan Badan...

More like this

Pemprov Papua Barat Target Raih Opini WTP, Komitmen Selesaikan Temuan BPK

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian...

Aksi Damai di Manokwari Desak Menag Lantik Barnabas Jadi Kakanwil Kemenag

MANOKWARI, LinkPapua.id – Solidaritas Pemuda dan Masyarakat Suku Besar Arfak menggelar unjuk rasa untuk...

BPK Temukan 24 Permasalahan di 24 OPD Papua Barat, Gubernur Minta Segera Ditindaklanjuti

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 24 permasalahan pada 24 organisasi perangkat...