Ketua LPPD Nathaniel Mandacan Puji Penampilan Paduan Suara Anak Pesparawi Papua Barat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua Barat Nathaniel D Mandacan mengapresiasi penampilan kontingen Papua Barat pada kategori paduan suara anak (PSA) dalam ajang Pesparawi Nasional XIV. Dia menilai performa tim tuan rumah di atas panggung sudah menyajikan kemampuan terbaik mereka.

“Kalau menurut saya, penampilan mereka tidak mengecewakan, tetapi ukuran dewan juri tentu berbeda. Kita tetap optimistis bisa memperoleh poin yang baik,” kata Nathaniel kepada wartawan usai menyaksikan perlombaan di Manokwari, Senin (22/6/2026).

Baca juga:  38 Provinsi Warnai Karnaval Budaya Pesparawi XIV Manokwari, Simbol Kebinekaan Indonesia

Tim PSA tuan rumah membawakan 2 materi lagu di hadapan tim penilai. Komposisi repertoar yang dinyanyikan terdiri atas lagu wajib berjudul ‘Aku Hendak Memuji Tuhan’ serta lagu pilihan bebas bertajuk ‘Tuhan Raja Semesta’.

Rangkaian performa ini menjadi parameter teknis bagi kesiapan daerah penyelenggara yang turun penuh pada seluruh 12 kategori lomba. Sebelum beradu di atas panggung, para peserta anak-anak telah melewati proses persiapan panjang melalui latihan terpusat di Kabupaten Kaimana.

Baca juga:  Komposisi PDI-P Manokwari Menuju Pileg: Tiga Petahana, Target Rebut 10 Kursi

“Anak-anak sudah berlatih di Kaimana, lalu lima hari di sini untuk pemantapan,” ujarnya.

Nathaniel menolak memberikan spekulasi atau klaim berlebihan terkait target perolehan gelar juara. Dia memilih menyerahkan seluruh keputusan akhir pada mekanisme sistem penilaian objektif yang dipegang dewan juri.

“Sebagai manusia kita puas dengan penampilannya, tetapi juara atau tidak itu ditentukan oleh Tuhan melalui dewan juri. Kalau saya yang menilai tentu sifatnya subjektif,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa pengurus daerah juga mengambil kebijakan untuk tidak menjanjikan bonus atau hadiah berupa uang dalam nominal besar kepada para peserta. Pola pendekatan ini sengaja dipilih demi menjaga kemurnian proses pembinaan dan pengembangan diri anak-anak agar tidak rusak oleh orientasi materi.

Baca juga:  Sinergi BPJS Kesehatan dan Kejaksaan Negeri Kaimana Bahas Penegakan Kepatuhan Badan Usaha

“Kita tidak memberikan janji yang muluk-muluk. Karena ini bagian dari proses mendidik anak-anak. Jangan sampai janji yang berlebihan justru merusak proses pengembangan diri mereka. Kita memberikan motivasi sesuai kondisi dan kemampuan yang ada,” terang Nathaniel. (LP14/red)

Latest articles

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP Tangguh di wilayah adat mereka. Setelah 17 tahun aktivitas berjalan,...

More like this

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...

Waktu Efektif Tinggal 2 Bulan, DPRP Papua Barat Kejar Finalisasi Regulasi dan APBD 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat berpacu dengan waktu untuk menuntaskan sejumlah agenda legislasi...

DPRP Papua Barat Terima 7 Naskah Akademik Raperdasus/Raperdasi, Segera Dibahas

MANOKWARI, LinkPapua.id – Bapemperda DPRP Papua Barat menerima tujuh dokumen naskah akademik Raperdasus dan...