Korneles Paduai : Petani Wasior Kesulitan Dapatkan Pupuk Subsidi

Published on

WASIOR, Linkpapua.com—Petani di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, kesulitan mendapat pupuk subsidi.
Untuk mencukupi kebutuhan pupuk, petani terpaksa menggunakan pupuk nonsubsidi yang tentu harganya jauh lebih mahal.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat Korneles Paduai mengakui penyaluran pupuk subsidi ke daerah itu masih terkendala.

Paduai menjelaskan, hambatan pendistribusian pupuk subsidi ke Wasior disebabkan belum pihak yang bersedia menjadi distributor pupuk.

“Kebutuhan pupuk subsidi di Wondam relatif kecil sehingga dari sisi bisnis dianggap kurang memberikan keuntungkan,” ujarnya.
Menurut Paduai, selama ini yang membutuhkan pupuk hanya para petani di daerah transmigrasi. Itupun semua tidak membutuhkan.

“Sementara pengajuan pupuk ini kan harus dibeli,” kata Paduai. Paduai mengakui, pihaknya terus berupaya agar kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Teluk Wondama bisa masuk sehingga bisa membantu para petani.

“Tahun ini Teluk Wondama mendapatkan kuota pupuk subsidi sebanyak 60 ton. Terdiri atas pupuk urea 50 ton dan NPK 10 ton. Perkembangan terbaru kami sudah cek sudah dalam proses 60 ton,” ungkap Paduai.
Pemerintah, lanjut Paduai, telah menunjuk salah satu pengusaha swasta di Wasior sebagai penyalur. Selain itu, para petani sudah didata terkait kebutuhan pupuk subsidi.

“Kami sudah entry dari tahun kemarin, siapa orang-orangnya dan berapa luas lahannya. Jadi kita harus mendata semua petani yang membutuhkan pupuk subsidi dalam 2 musim tanam. Baik itu pupuk urea, NPK dan yang lain,” tutupnya

Salah seorang petani di lokasi transmigrasi, Kampung Sobei Indah Distrik Teluk Duairi, Purnomo mengaku sangat terbebani dengan biaya pupuk yang mahal.

Dirinya bersama petani lainnya, terpaksa membeli pupuk nonsubsidi di Manokwari.
“Kita ini sangat berharap pupuk subsidi ini bisa ada di Wondama supaya petani tidak kesulitan. Sekarang ini kita beli pupuk nonsubsidi di Manokwari dengan harga mahal sekali. Biaya produksi menjadi tinggi. Ini yang jadi beban petani,” ungkap Purwono.(*)

Latest articles

Pimpin APTISI Papua Barat, Filep Wamafma Perkuat Sinergi PTS dan Pemerintah...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Filep Wamafma terpilih sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Papua Barat dalam Musyawarah Luar Biasa yang digelar Rabu (27/10/2026). Setelah...

More like this

Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara

MANOKWARI, Linkpapua.id– Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memperkenalkan rangkaian perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional...

‎Persit Kodim Mansel Ajarkan Anak-Anak Yamboi Cara Sikat Gigi-Cuci Tangan yang Benar

MANSEL, LinkPapua.id – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVII Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) mengajarkan...

Pimpinan KKB Ditangkap di Bandara Yahukimo, Hendak Transaksi Senjata Api

YAHUKIMO, LinkPapua.id – Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Abdon Kisamdu ditangkap di Bandara Nop...