KSAD Jenderal Maruli Tegaskan Calon Prajurit TNI Bertato Tradisi Boleh Mendaftar

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan calon prajurit TNI yang memiliki tato karena tradisi tetap diperbolehkan mendaftar. Ketentuan tersebut disebut telah diberlakukan sejak lama.

“Ya, memang dari dulu juga sudah boleh, memang enggak ada masalah itu, dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi, ya diizinkan, tapi sejauh ini memang belum ada yang mendaftar yang seperti itu, nanti kami akan cari lagi,” ujar Maruli di Gedung DPR RI, Senin (31/8/2026).

Baca juga:  Jokowi Kumpulkan Pj Kepala Daerah: Yang 'Miring-miring' Saya Ganti

Maruli mengatakan TNI terbuka terhadap calon prajurit dari berbagai daerah dan suku di Indonesia. Menurutnya, penambahan personel membuat TNI membutuhkan lebih banyak prajurit dari berbagai wilayah.

“Karena kita juga senang kalau ada semua perwakilan daerah seluruh Indonesia, apalagi kita sekarang menambah personel, kalau bisa lebih banyak, lebih bagus,” kata Maruli.

Sementara itu, Maruli menyebut tidak semua masyarakat adat Dayak memiliki tato di tubuhnya. Dia juga mengaku belum mengetahui apakah terdapat peningkatan minat masyarakat adat untuk mendaftar sebagai prajurit TNI.

Baca juga:  Kesan Wapres Ma'ruf Amin Berkantor di Papua: Positif dan Menyenangkan

“Ya, itu kan suku Dayak enggak semua bertato, jadi sebenarnya enggak ada masalah, sih. Yang berminat kita belum tahu, nanti kita cari lagi lah. Kita pastikan,” pungkas Maruli.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan masyarakat suku Dayak pedalaman mendapat perlakuan khusus untuk menjadi prajurit TNI. Pemerintah akan menyesuaikan sejumlah syarat perekrutan bagi masyarakat Dayak pedalaman yang ingin mengikuti seleksi.

Baca juga:  Hendry Ch Bangun terpilih jadi Ketua Umum PWI Pusat

Penyesuaian tersebut salah satunya berkaitan dengan postur tubuh calon prajurit dari suku Dayak pedalaman. Sjafrie menyebut calon dengan postur tubuh pendek akan mendapatkan kelonggaran dalam persyaratan.

“Oh, ya, suku dayak pedalaman dimintakan peluang untuk bisa masuk TNI, yang pendek-pendek kasih sedikit privilege-lah,” ucap Sjafrie di Gedung DPR RI, Senin (31/8/2026). (*/red)

Latest articles

Mengatasi Defisit Listrik di Manokwari, PLN Siapkan Tambahan Pasokan 10 MW

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Sistem kelistrikan di Kabupaten Manokwari saat ini mengalami defisit daya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan pembangkit sewa dengan kapasitas 10 megawatt (MW)...

More like this

BPJS Kesehatan Perkuat Standar Pelayanan Peserta JKN Lewat CX126

SURABAYA, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui...

Pansus Papua DPD RI Bakal Kunjungi Maybrat-Timika Bahas Penyelesaikan Konflik

JAKARTA, LinkPapua.id - Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI bakal mengunjungi Maybrat, Papua Barat...

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara karena Abu Vulkanik, 33 Penerbangan Terdampak

TANGERANG, LinkPapua.id – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, ditutup sementara setelah terdeteksi indikasi...