Kuasa Hukum Giyarno Bantah Kerugian Negara Rp929 Juta di Kasus Korupsi Tirta Pala Fakfak

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kuasa hukum terdakwa Giyarno, Patrix Barumbun Tandirerung, membantah adanya kerugian negara senilai Rp929 juta dalam kasus korupsi di Perumda Air Minum Tirta Pala Fakfak. Menurutnya, tidak ada kesalahan yang menyebabkan kerugian keuangan negara.

“Dakwaan mengenai tiadanya bukti kegiatan pemeliharaan reservoir berupa voucher adalah tidak benar,” ujar Patrix dalam keterangannya, Senin (15/9/2025).

Patrix menjelaskan pengeluaran anggaran untuk pemeliharaan reservoir dari 2018 hingga 2023 berdasarkan Daftar Hutang Harus Dibayar (DHHD) sebesar Rp52.522.000, telah didukung bukti voucher pembayaran sebesar Rp51.022.000. Voucher tersebut telah disahkan pejabat berwenang dan bertanggung jawab atas kebenaran material, dengan rincian: 2018 Rp2.050.000, 2019 Rp24.002.000, 2020 Rp4.745.000, 2021 Rp5.325.000, 2022 Rp5.800.000, dan 2023 Rp9.100.000.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Siapkan Seremoni Penyambutan Dominggus-Lakotani

Kuasa hukum menegaskan selisih perhitungan muncul akibat kesalahan jaksa dalam mencatat nilai voucer. Semua voucer tersedia dan kegiatan pemeliharaan reservoir benar-benar dilaksanakan.

“Dakwaan JPU mengenai tiadanya bukti kegiatan pemeliharaan pipa transmisi dan distribusi berupa voucer adalah tidak benar,” lanjut Patrix.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan kegiatan pemeliharaan pipa transmisi dan distribusi tahun 2018-2023 dengan DHHD Rp692.459.000 seluruhnya didukung voucher senilai Rp629.459.000. Adapun rinciannya 2018 Rp15.904.000, 2019 Rp68.383.000, 2020 Rp144.811.000, 2021 Rp184.509.000, 2022 Rp183.618.000, dan 2023 Rp95.234.000.

Baca juga:  Polisi MA Divonis Bersalah Kasus Kekerasan Seksual Ajukan Banding di PN Manokwari, Bukti Dinilai Terabaikan

Patrix menegaskan pembayaran gaji mantan direktur Munir Harahap sah karena status pensiun baru berlaku Mei 2025. Dia menegaskan sepanjang April hingga Desember 2024 tidak terdapat kesalahan bayar.

Dia juga membela pembayaran upah sopir tangki Timotius Jamani karena didukung bukti dan tugas tambahan sebagai cleaning service. Pembayaran gaji/upah dinilai wajar karena yang bersangkuktan mendapatkan hak sesuai dengan produktivitas dan lingkup pekerjaannya.

“Ditambah lagi tugas tambahan sebagai cleaning service/petugas kebersihan pada Perumda Air Minum Tirta Pala Fakfak,” jelas Patrix.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Siapkan Guru-Regulasi untuk Kurikulum Noken Papua

Soal pinjaman pegawai, menurut Patrix, sudah dikembalikan dan tercatat sebagai piutang perusahaan. Dengan dikembalikannya pinjaman tersebut, tidak terdapat kerugian negara mengingat peminjaman masih tercatat sebagai piutang perusahaan hingga saat ini.

Pihaknya juga membantah adanya kerugian dari PPH 21 dan iuran pelanggan karena masih tercatat sebagai hutang pajak dan belum disetor karena alasan administratif. Kuasa hukum meminta majelis hakim membebaskan Giyarno dari seluruh dakwaan. (*/red)

Latest articles

‎Gubernur Papua Barat Salurkan Bantuan PBC, Mahasiswa OAP S1 Terima Rp10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Papua Barat Cerdas (PBC) bagi mahasiswa dan pelajar Orang Asli Papua...

More like this

1.054 PPPK Paruh Waktu di Bintuni Ikut Sosialisasi, BKN Jelaskan Hak-Masa Kerja

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, menggelar sosialisasi pengelolaan...

Mugiyono: Manokwari Siap Bersinergi Wujudkan Papua Barat Maju dan Sejahtera

MANOKWARI, Linkpapua.id-Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Manokwari mendukung program pembangunan...

Terdampak Kabut Asap Kiriman, Penerbangan di Bandara Rendani Manokwari Belum Normal

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di luar Manokwari...