Lewat Program Defending Paradise, Ridho “Slank” Gaungkan Pesan Jaga Lingkungan di Papua

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com- Yayasan Econusa terus mengampanyekan programnya Defending Paradise sebagai upaya menjaga lingkungan di Maluku dan tanah Papua.

Dalam bincang dengan media, Senin (21/6/2021), yayasan tersebut menggandeng salah satu musisi, yaitu Ridho Hafiedz. Personel grup band Slank itu juga berkesempatan melihat langsung berbagai jenis burung cenderawasih di Kampung Mokwam, Distrik Warmare, yang berbatasan langsung dengan Pegunungan Arfak.

“Pegunungan Arfak bagus, tetapi sebenarnya saya melihat dalam status warning sebenarnya. Ini berarti kita tidak tahu berapa lama lagi bisa bertahan. Sehingga untuk anak-anak muda Papua harus mengenal kebudayaan, alam, dan kekayaan di dalamnya. Dengan kita tahu maka kita akan cinta yang nantinya akan kita jaga,” ungkap dia.

Baca juga:  Jelang Nataru, Bulog Manokwari: Stok Bapok Aman untuk Tiga Bulan ke Depan

Dia mengakui kondisi tersebut secara umum juga terjadi pada lingkungan Papua secara umum. Sehingga sudah seharusnya masyarakat menjaga lingkungan karena jika kondisi alam rusak maka kehidupan manusia juga akan terancam dan rawan bencana.

Sebagai salah satu musisi yang konsen terhadap lingkungan, itu sudah ditunjukkan dengan lagu-lagu yang selama ini dibuat dengan mengusung tema lingkungan.

“Slank dalam membuat lagu salah satu tema yang sering diusung adalah tentang alam, termasuk Papua. Lagu-lagu seperti ‘Good Morning Papua’ dan ‘Lembah Baliem’ menjadi bukti. Meskipun kekayaan alam menjadi pemberian tuhan, tetapi tetap harus dijaga karena selain generasi saat ini, masih ada generasi kedepan yang berhak menikmatinya. Tanah Papua dan Maluku merupakan salah satu paru-paru dunia. Sebagai musisi saya punya kewajiban menyampaikan tentang kekayaan alam Indonesia,” beber Ridho.

Baca juga:  DPRK Manokwari Tetapkan APBD Manokwari 2026 Dipenghujung Tahun 2025, Prioritaskan Pembangunan Fisik

Sementara itu, CEO Yayasan Econusa, Bustar Maitar, mengatakan pihaknya akan terus mengampanyekan Defending Paradise agar seluruh pihak ikut menjaga alam Indonesia.

“Yayasan Econusa bekerjasama dengan perguruan tinggi di Amerika Serikat yaitu Cornell University yang selama ini memiliki dokumen penelitian tentang burung cenderawasih. Ini yang menjadi simbol agar surga ini yang harus dijaga, meliputi hutan, kebudayaan, adat dan lainnya,” ucapnya.

Baca juga:  Khawatir Biaya Operasi Mahal, Lansia di Manokwari Bernapas Lega Berkat JKN

“Meskipun kita melihat hutan kita masih sangat luas, tapi bisa jadi itu dikapling untuk industri dan perkebunan. Kita tidak hanya mengajak orang-orang dari Papua dalam kampanye ini, karena dalam berbagai kesempatan yang merusak alam disini ada juga orang dari luar Papua,” imbuhnya.

Dengan melibatkan seluruh pihak, dia berharap kampanye untuk menjaga alam akan semakin luas. Sehingga gaung dari kampanye tersebut diharapkan dapat jadi komitmen bersama, termasuk pemerintah sebagai penanggung jawab dalam setiap kebijakan. (LP3/Red)

Latest articles

Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Yamboi Kompak Timbun Akses Jembatan

0
MANSEL, LinkPapua.id – Semangat kebersamaan dan gotong royong terus ditunjukkan personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD Ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan bersama masyarakat Kampung Yamboi dalam...

More like this

Sepekan Jelang HUT Manokwari, Pemkab Manokwari Genjot Gerakan Bersih Kota

MANOKWARI, Linkpapua.id– Pemerintah Kabupaten Manokwari tidak menggelar kegiatan perayaan secara semarak dalam rangka memperingati...

Hermus Tekankan Tanggung Jawab dan Kontribusi Nyata bagi Pejabat yang Baru Dilantik

MANOKWARI, Linkpapua.id– Bupati Manokwari, Hermus Indou, meminta pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik...

Hermus: TPP ASN Manokwari Tiga Bulan Dibayar Bulan Ini

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari, Hermus Indou, memastikan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur...