MRP Papua Barat Desak Percepatan PI 10% Migas untuk Masyarakat Adat Bintuni

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat mendesak percepatan realisasi Participating Interest (PI) 10 persen dalam pengelolaan sektor minyak dan gas bumi (migas) di wilayah penghasil. Hal ini ditujukan agar keberadaan proyek strategis nasional seperti Tangguh LNG di Kabupaten Teluk Bintuni memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pemilik hak ulayat.

“Selama ini masyarakat adat di wilayah Doberai dan Bomberai hidup berdampingan dengan kekayaan alam yang luar biasa. Sudah seharusnya mereka juga merasakan manfaat langsung melalui skema PI 10 persen,” ujar Ketua MRP Papua Barat Judson Ferdinandus Waprak, Minggu (12/4/2026).

Baca juga:  Wamendagri soal Isu Pendefinisian Ulang Orang Asli Papua: Hoaks!

Menurutnya, skema PI 10 persen merupakan instrumen keadilan ekonomi yang vital untuk meningkatkan pendapatan daerah dan kemandirian ekonomi lokal. Hal ini dinilai sebagai langkah konkret untuk memastikan pembangunan di Papua Barat benar-benar berpihak kepada masyarakat adat.

Baca juga:  Polda Papua Barat Gelar Sholat Idul Adha Serta Bagikan Kurban Kepada Masyarakat

“Kami tidak ingin PI 10 persen hanya menjadi simbol. Ini harus menjadi solusi nyata untuk meringankan beban masyarakat adat, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Judson juga mengingatkan agar implementasi kebijakan ini dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dia tidak ingin pembagian hasil migas tersebut hanya berakhir pada urusan administratif tanpa menyentuh akar rumput.

Baca juga:  Sensus Ekonomi 2026 di Papua Barat Baru Capai 64 Persen, Terkendala Penolakan Masyarakat

“Kekayaan alam Papua, termasuk dari sektor migas seperti Tangguh LNG, harus kembali untuk kesejahteraan rakyat Papua, khususnya masyarakat adat di Papua Barat,” ucapnya.

MRP Papua Barat kini mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator migas untuk segera mendistribusikan manfaat tersebut. Sebagai lembaga representatif orang asli Papua (OAP), MRP berkomitmen mengawal kebijakan pengelolaan sumber daya alam ini secara terbuka. (LP14/red)

Latest articles

Pimpin APTISI Papua Barat, Filep Wamafma Perkuat Sinergi PTS dan Pemerintah...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Filep Wamafma terpilih sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Papua Barat dalam Musyawarah Luar Biasa yang digelar Rabu (27/10/2026).Setelah...

More like this

Pimpin APTISI Papua Barat, Filep Wamafma Perkuat Sinergi PTS dan Pemerintah Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id – Filep Wamafma terpilih sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)...

Rektor IHTP Ungkap Perjalanan Kampus dan Perjuangan Tingkatkan Kualitas Dosen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Filep Wamafma mengungkap...

APTISI Dorong Pemprov Papua Barat Realisasikan Anggaran Operasional Rp1 Miliar per Kampus

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Prof Roberth KH...