Naik tajam, Papua Barat akan evaluasi penanganan COVID-19

Published on

Manokwari-Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanganan COVID-19 Provinsi Papua Barat dan seluruh kabupaten serta kota akan menggelar rapat bersama guna melakukan evaluasi secara total.

“Upaya penanganan baik di provinsi maupun kabupaten dan kota akan kita evaluasi semua. Kelemahannya di mana, apa yang harus segera kita lakukan dan lain sebagainya,” kata Juru bicara Satgas percepatan penanganan COVID-19 Papua Barat, Arnoldus Tiniap Senin (14/9)

Temuan konfirmasi positif coronavirus desais (COVID-19) di Papua Barat naik cukup tajam pada dua hari terakhir.

Baca juga:  Legislator DPR RI-BPH Migas Sidak SPBU di Manokwari Telusuri Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi

“Hari Sabtu 12 September tambahan kasus positif di Papua Barat mencapai 67 orang. Lalu kemarin atau Minggu 13 September mencapai 63 kasus. Sejauh ini, temuan pada dua hari kemarin merupakan yang tertinggi,” katanya.

Menurut dia, kasus penyebaran COVID-19 di Papua Barat semakin mengkhawatirkan. Daerah-daerah yang semula sudah berhasil kembali ke zona hijau kembali memerah.

“Seperti Raja Ampat, Teluk Bintuni dan Manokwari Selatan. Tiga daerah ini sudah berhasil ke zona hijau, gelombang kedua datang dan saat ini kembali merah. Raja Ampat cukup lama stagnan di angka 19, kemarin kembali ditemukan kasus baru yang angkanya sangat signifikan yakni 33 kasus,” ujarnya.

Baca juga:  Yacob Fonataba: Gerakan Pangan Murah Sukses Kendalikan Inflasi di Papua Barat

Ia berharap seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan, termasuk masyarakat. Tidak menutup kemungkinan COVID-19 pun sudah menyebar di Kabupaten Pegunungan Arfak dan Tambrauw mengingat akses keluar dan masuk ke daerah ini cukup terbuka.

“Jangan sampai hijau-hijau semangka, dari luar terlihat hijau namun saat dibuka isinya merah. Kami berharap Satgas COVID-19 di dua daerah ini maksimal,” ujarnya menambahkan.

Baca juga:  Tim Sidak 4 Gudang Besar di Manokwari, Stok Pangan Diklaim Aman Hingga Idul Fitri

Sesuai data Satgas COVID-19, konfirmasi positif di Papua Barat per-13 September 2020 secara akumulatif sudah mencapai 1.149 kasus. Temuan tertinggi Kota Sorong mencapai 535, disusul Teluk Bintuni 174, Manokwari 166, Kabupaten Sorong 122, Raja Ampat 52, Sorong Selatan 32, Teluk Wondama 30, Fakfak 29, Manokwari Selatan lima kasus, Kaimana dan Maybrat masing-masing dua.

“Pegunungan Arfak dan Maybrat belum ada laporan temuan positif COVID-19. Nanti semua daerah akan kita evaluasi bersama,” pungkasnya. (LPB1/red)

Latest articles

Bupati Yohanis Manibuy Siap Sinergikan Program Otsus dengan Pemerintah Pusat

0
MIMIKA, Linkpapua.id- Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H., diketahui menghadiri rapat koordinasi seluruh kepala daerah se-Tanah Papua dalam rangka memperkuat implementasi Otonomi Khusus (Otsus) serta...

More like this

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengawasan Ketat Program MBG di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren meminta pengawasan ketat...

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengelola MBG di Manokwari: Jangan Cuma Cari Untung!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren memberikan peringatan kepada...

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan...