Papua Barat upayakan Yankes tidak lumpuh akibat COVID-19

Published on

Manokwari- Pemerintah Provinsi Papua Barat akan mengupayakan layanan kesehatan (Yankes) di seluruh daerah tidak terganggu hingga lumpuh akibat COVID-19.

Ketua Pelaksana Satuan Tugas percepatan penanganan COVID-19 Papua Barat, Derek Ampnir menjelaskan Papua Barat sudah memiliki rencana operasi dalam penanganan pandemi. Rencana operasi itu disusun untuk memastikan bahwa bencana ini dapat ditangani secara baik oleh sumber daya medis, aparat keamanan hingga relawan yang tersedia.

“Untuk pelayanan kesehatan kita akan perhitungkan. Misalnya jika ada nakes (tenaga kesehatan) di fasilitas kesehatan yang terpapar kita akan berhitung berapa lama dia harus diistirahatkan. Kalau memang tidak ada lagi nakes di situ ya terpaksa kita harus cari relawan,” ucap Ampnir.

Baca juga:  Reses di Anday, Adrianus Mansim Disodori Setumpuk Aspirasi

Menurut dia, hal ini akan dibahas secara teknis oleh Dinas Kesehatan sehingga tidak ada kekosongan nakes di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Dengan demikian, layanan kesehatan kepada masyarakat di Papua Barat tetap berjalan.

“Batas waktu isolasi pasien COVID-19 inikan selama 14 hari. Jika yang terpapar itu adalah tenaga kesehatan maka kekosongan itu harus diisi agar pelayanan tetap berjalan,” ujarnya lagi.

Baca juga:  Waterpauw Ubah Komposisi 7 Pejabat yang Akan Dilantik: Diganti karena tak Bisa Kerja

Ampnir berharap, seluruh tenaga kesehatan di Papua Barat dioptimalkan. Kendati berpengaruh pada penggunaan anggaran hal ini harus ditempuh agar seluruh Faskes di Papua Barat dapat beroperasi secara normal.

Selain Manokwari, lanjut Derek, nakes yang terpapar COVID-19 cukup tinggi juga terjadi di Teluk Bintuni, Sorong, dan Raja Ampat. Pemerintah Papua Barat berupaya agar hal ini tidak berdampak pada stabilitas layanan kesehatan.

“Kita sangat prihatin, mereka punya peran besar dalam penanganan COVID-19. Untuk itu kami terus mengimbau, seluruh nakes benar-benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Dimana pun, saat bekerja maupun beraktivitas di luar tugas,” katanya.

Baca juga:  Wagub Papua Barat Sentil-Ancam Tindak Pegawai yang Hanya Datang Absen Lalu Pulang

Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Manokwari, Dr Henri Sembiring pada kesempatan sebelumnya mengutarakan bahwa sejumlah Puskesmas di Manokwari terpaksa tutup sementara karena nakes di Faskes tersebut terkonfirmasi positif.

Dalam perkembangan COVID-19 di Manokwari, katanya, pada klaster tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif saat ini sudah mencapai 73 orang. Pada Faskes rumah sakit sebanyak 37 sedangkan Puskesmas 36 orang.

Jumlah nakes yang terpapar COVID-19 di kabupaten ini terus bertambah sejak sepekan terakhir. (LPB1/red)

Latest articles

OJK Goes to School, Cegah Pinjol-Investasi Ilegal di Kalangan Pelajar Tambrauw

0
TAMBRAUW, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat Daya memperkuat literasi keuangan pelajar untuk mencegah ancaman pinjaman online (pinjol) dan investasi...

More like this

M1R SSI Manokwari Gugat Legalitas Penunjukan Plt Ketua Ikemal Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPW Maluku Satu Rasa Salam-Sarane Indonesia (M1R SSI) Manokwari menggugat legalitas...

Gubernur Papua Barat Riding Santai Bareng Kodam XVIII/Kasuari ke Yonif 761 Warmare

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melakukan riding santai bersama jajaran Kodam...

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak Papua Barat

KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas...