Pawai Damai Natal, Bupati Manokwari: Keberagaman Harus Dirawat Bersama

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou, melepas pawai bertajuk pawai damai Natal, Rabu (21/12/2022). Dia menyampaikan bahwa Manokwari merupakan rumah bersama dari berbagai agama dan ras.

Mengambil start di halaman Jalan Percetakan Negara Sanggeng dan berakhir di Lapangan Borasi, ratusan peserta mengikuti pawai dari berbagai unsur masyarakat, keagamaan, dan instansi lainnya.

“Pawai damai Natal ini tidak hanya diikuti oleh umat Kristen, tetapi juga oleh umat lainnya. Ini menunjukan keberagaman dan kebersamaan kita. Waktu safari Ramadan kemarin juga tidak hanya diikuti oleh saudara-saudara muslim. Keberagaman ini harus dirawat bersama-sama,” ungkap Bupati.

Dikatakannya juga bahwa warga Manokwari merupakan satu ikatan yang tidak bisa terpisahkan. “Ini merupakan rumah bersama. Mari kita bersuka cita bersama dalam menyambut Natal 25 Desember dan tahun baru 2023. Ini juga sebagai bentu syukur karena Covid-19 juga sudah menurun di Manokwari,” tambah dia.

Dalam pawai tersebut selain menggunakan pernah-pernik Natal, para peserta yang juga diikuti oleh anak-anak tersebut juga menggunakan pakaian adat. (LP3/Red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat...

Pemkab Manokwari Pastikan Peserta JKN Tak Dibebani Iur Biaya Tambahan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemkab Manokwari, Papua Barat, bersama BPJS Kesehatan memperkuat kepesertaan dan keaktifan...

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...