Pemprov Pastikan Pembangunan Bandara di Papua Barat Rampung di 2023

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memastikan pekerjaan pembangunan dua Bandara di Papua Barat, yakni Bandara Rendani di Kabupaten Manokwari dan Bandara Siboru di Kabupaten Fakfak, rampung sesuai rencana.

Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Agustinus Kadakolo, mengatakan untuk pembangunan Bandara Rendani direncanakan rampung pada 2023. Sementara, Bandara Siboru di Fakfak, progres pekerjaannya diharuskan rampung pada akhir 2022 mendatang.

“Pembangunan dua bandara di Papua Barat terus berjalan dan akan rampung sesuai perencanaan. Untuk itu pekerjaan tetap dilaksanakan meski sedang pandemi. Pembangunan Bandara Rendani direncanakan rampung tahun 2023, sedangkan Bandara Siboru selesai akhir 2022 mendatang,” kata Kadakolo kepada Linkpapua.com, Selasa (5/10/2021).

Baca juga:  Safari Ramadhan dengan Warga Ikaswara, Hermus Indou: ini Moment Silaturahmi

Kadakolo melanjutkan, panjang runway (landasan pacu) Bandara Siboru Fakfak direncanakan sepanjang 1.500 meter yang mampu memuat pesawat jenis ATR. Pesawat tersebut adalah pesawat penumpang regional jarak pendek dengan kapasitas penumpang hingga 78 orang dalam konfigurasi kelas tunggal.

Sementara, untuk Bandara Rendani dilakukan penambahan panjang runway sepanjang 300 meter dan saat ini tengah dilakukan pekerjaan box culvert (gorong-gorong) serta pembangunan relokasi jalan dan jembatan sebagai akses menuju bandara.

Baca juga:  Pasca Penyerahan DPA, DPRK Desak Penataan Ruangan Dewan bisa Dipercepat

“Panjang runway Bandara Rendani itu 2.000 meter dan ada penambahan 300 meter. Saat ini sudah 100 meter, masih tersisa 200 meter lagi yang harus dikerjakan” ujar Kadakolo. “Jadi nanti total panjang panjang runway Bandara Rendani adalah 2.300 meter. Dengan begitu, dapat didarati pesawat yang lebih besar karena Manokwari merupakan ibu kota,” katanya lagi.

Baca juga:  Dana ZIS 2023, Baznas Papua Barat Bangun 24 Rumah Layak Huni di Manokwari

Kadakolo menambahkan, saat ini pihaknya sedang menghadapi sejumlah sengketa gugatan lahan masyarakat terkait perluasan atau perpanjangan pembangunan Bandara Rendani. Namun demikian, persoalan tersebut tetap tak menghentikan pekerjaan proyek pembangunan program strategis nasional tersebut.

“Kita (pemerintah daerah) dituntut untuk secepatnya menyelesaikan sejumlah permasalahan itu, semua sedang dalam proses penyelesaian. Intinya pembangunan tetap berjalan karena batas waktu kita hanya sampai tahun 2023 mendatang,” kata Kadakolo. (LP7/Red)

Latest articles

Gubernur Dominggus Dijadwalkan Buka Pesparani IV Papua Barat di Teluk Bintuni

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dijadwalkan membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni....

More like this

Gubernur Dominggus Dijadwalkan Buka Pesparani IV Papua Barat di Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dijadwalkan membuka Pesta Paduan Suara...

Pesparani IV Papua Barat Akan Hadirkan Artis Nasional hingga Atraksi Lintas Agama

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pesparani IV Provinsi Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni akan...

Pesparani IV Papua Barat, LP3KD Targetkan Wakil Terbaik ke Nasional 2027

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD)...