Ratusan Pelajar Asli Papua di SMKN 2 Manokwari Menolak Divaksin, Sekolah Carikan Solusi

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Vaksinasi Covid-19 tengah gencar-gencarnya dilakukan di Papua Barat. Hal ini demi meminimalkan paparan dan risiko Covid-19 sekaligus membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Biar begitu, tetap saja masih ada yang menolak untuk divaksin.

Seperti di SMK Negeri 2 Manokwari. Di sekolah ini telah empat kali digelar vaksinasi massal gratis untuk para pelajar. Akan tetapi, dari total 1.400 pelajar, baru 300-an yang telah divaksin.

Kepala Sekolah SMKN 2 Manokwari, Regina Wutoy, yang ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, dari total 1.400 pelajar, 800-an merupakan orang asli Papua (OAP). Mereka mayoritas menolak divaksin. Sebelumnya, yang bersedia divaksin kebanyakan adalah pelajar non-Papua.

Baca juga:  Paguyuban Tionghoa Manokwari Salurkan Bantuan untuk Pesantren Hidayatullah

Regina mengatakan, pihak sekolah tidak mengetahui alasan pasti ratusan pelajar menolak pelajar divaksin. Namun, ketika ditanyakan, jawaban yang diberikan adalah karena merasa takut dan tidak mendapat izin dari orang tua.

Kondisi inipun menjadi perhatian serius bagi sekolah. Pihak sekolah pun berinisiatif mencari solusi dengan secepatnya menggelar pertemuan tatap muka dengan orang tua pelajar bersama pemuka adat dan agama, serta Gugus Tugas Penanganan Covid-19, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait lainnya.

Regina lanjut menjelaskan, saat ini ada 7 jurusan dengan 12 program keahlian di SMKN 2 Manokwari. Para siswa khususnya kelas 11 dan 12 wajib mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) atau magang di perkantoran dan perindustrian.

Baca juga:  Polda Papua Barat Borong 14 Penghargaan IKPA 2021

Untuk bisa PKL atau magang, kata dia, persyaratan wajib telah divaksinasi. Jika belum ikut vaksinasi, pelajar bersangkutan tidak akan diikutkan dalam PKL atau program magang selama enam bulan. Dampaknya, mereka tidak akan diluluskan dari SMKN 2 Manokwari.

Sementara itu, sebanyak 300 dosis vaksin merek Sinovac disiapkan petugas gabungan dengan koordinasi dari Polda Papua Barat guna menyasar warga khususnya pelajar di SMKN 2 Manokwari agar secara sukarela divaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi yang digelar di aula sekolah, Rabu (22/9/2021) kemarin, merupakan kegiatan keempat kalinya dilakukan setelah pertama kali digelar pada akhir Mei lalu.

Baca juga:  BPK dan Polda Papua Barat Diminta Audit Dana Konservasi

Wakil Direktur Pam Obvit Polda Papua Barat, AKBP Sahat Siregar, menjelaskan gelaran vaksinasi di SMKN 2 Manokwari dilakukan untuk memastikan para pelajar yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) telah divaksin.

AKBP Sahat berharap 300 dosis vaksin yang disediakan pada pelaksanaan vaksinasi kali ini dapat habis digunakan agar makin mempercepat capaian target vaksinasi di Papua Barat.

“Dinas Pendidikan sudah mengizinkan proses belajar tatap muka terbatas. Untuk itu kita harus pastikan bahwa anak-anak kita ini sudah memiliki imun tubuh lewat vaksinasi ini,” ucap AKBP Sahat. (LP10/Red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Ajak Tokoh Agama-Adat Dukung Gerakan Ayo ke Posyandu

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan mendukung gerakan 'Ayo ke Posyandu'....

More like this

Gubernur Papua Barat Ajak Tokoh Agama-Adat Dukung Gerakan Ayo ke Posyandu

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak tokoh agama, tokoh adat, organisasi...

TP Posyandu Papua Barat Canangkan Gerakan ‘Ayo ke Posyandu’, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Pembina (TP) Posyandu Papua Barat mencanangkan gerakan 'Ayo ke Posyandu'....

Gubernur Dominggus Ajak ASN Belanja di Pameran UMKM Pesparawi, Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN)...