Ratusan Pelajar Asli Papua di SMKN 2 Manokwari Menolak Divaksin, Sekolah Carikan Solusi

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Vaksinasi Covid-19 tengah gencar-gencarnya dilakukan di Papua Barat. Hal ini demi meminimalkan paparan dan risiko Covid-19 sekaligus membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Biar begitu, tetap saja masih ada yang menolak untuk divaksin.

Seperti di SMK Negeri 2 Manokwari. Di sekolah ini telah empat kali digelar vaksinasi massal gratis untuk para pelajar. Akan tetapi, dari total 1.400 pelajar, baru 300-an yang telah divaksin.

Kepala Sekolah SMKN 2 Manokwari, Regina Wutoy, yang ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, dari total 1.400 pelajar, 800-an merupakan orang asli Papua (OAP). Mereka mayoritas menolak divaksin. Sebelumnya, yang bersedia divaksin kebanyakan adalah pelajar non-Papua.

Baca juga:  Hari Kedua Vaksinasi Massal Polres Mansel, Sasar 88 Warga

Regina mengatakan, pihak sekolah tidak mengetahui alasan pasti ratusan pelajar menolak pelajar divaksin. Namun, ketika ditanyakan, jawaban yang diberikan adalah karena merasa takut dan tidak mendapat izin dari orang tua.

Kondisi inipun menjadi perhatian serius bagi sekolah. Pihak sekolah pun berinisiatif mencari solusi dengan secepatnya menggelar pertemuan tatap muka dengan orang tua pelajar bersama pemuka adat dan agama, serta Gugus Tugas Penanganan Covid-19, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan pihak terkait lainnya.

Regina lanjut menjelaskan, saat ini ada 7 jurusan dengan 12 program keahlian di SMKN 2 Manokwari. Para siswa khususnya kelas 11 dan 12 wajib mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) atau magang di perkantoran dan perindustrian.

Baca juga:  Polisi Tangkap 7 Pelaku Pembunuhan-Pembakaran di Fakfak, 4 Ditembak

Untuk bisa PKL atau magang, kata dia, persyaratan wajib telah divaksinasi. Jika belum ikut vaksinasi, pelajar bersangkutan tidak akan diikutkan dalam PKL atau program magang selama enam bulan. Dampaknya, mereka tidak akan diluluskan dari SMKN 2 Manokwari.

Sementara itu, sebanyak 300 dosis vaksin merek Sinovac disiapkan petugas gabungan dengan koordinasi dari Polda Papua Barat guna menyasar warga khususnya pelajar di SMKN 2 Manokwari agar secara sukarela divaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi yang digelar di aula sekolah, Rabu (22/9/2021) kemarin, merupakan kegiatan keempat kalinya dilakukan setelah pertama kali digelar pada akhir Mei lalu.

Baca juga:  Polda Papua Barat Kirim Polwan ke Konferensi The 58th IAWP Training di NTT

Wakil Direktur Pam Obvit Polda Papua Barat, AKBP Sahat Siregar, menjelaskan gelaran vaksinasi di SMKN 2 Manokwari dilakukan untuk memastikan para pelajar yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) telah divaksin.

AKBP Sahat berharap 300 dosis vaksin yang disediakan pada pelaksanaan vaksinasi kali ini dapat habis digunakan agar makin mempercepat capaian target vaksinasi di Papua Barat.

“Dinas Pendidikan sudah mengizinkan proses belajar tatap muka terbatas. Untuk itu kita harus pastikan bahwa anak-anak kita ini sudah memiliki imun tubuh lewat vaksinasi ini,” ucap AKBP Sahat. (LP10/Red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...