26.5 C
Manokwari
Sabtu, Maret 28, 2026
26.5 C
Manokwari
More

    Sorong Selatan Dinyatakan Bebas Malaria, 3 Kabupaten Masih Endemis Tinggi

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat akan menyebar kelambu secara massal bulan Maret ini untuk mengeliminir angka kasus malaria. Papua Barat berdasarkan data, masih merupakan daerah endemis malaria dengan populasi kasus di atas rata-rata.

    Kabid P2P Dinas Kesehatan Papua Barat dr Nurmawati mengatakan, angka kasus malaria Papua Barat berada di angka 19 Kasus per 1000 penduduk. Jumlah kasus tercatat sebanyak 9.429.

    “Dari tujuh kabupaten/kota wilayah Papua Barat terdapat tiga kabupaten berstatus endemis tinggi yaitu Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama. Sedangkan Kabupaten Fakfak,
    Kaimana, Teluk Bintuni, dan pegunungan Arfak berstatus endemis sedang,” papar Nurmawati saat media gathering, Jumat (3/3/2023).

    Baca juga:  Hari Malaria Sedunia Tingkat Nasional, Papua Barat Mendapatkan Dua Penghargaan

    Dia mengungkapkan, saat ini hanya Kabupaten Sorong Selatan telah dinyatakan lulus dalam penilaian eliminasi malaria pada tanggal 3 sampai 5 November 2022. Sorong Selatan menjadi kabupaten pertama di Tanah Papua yang dinyatakan bebas malaria.

    “Papua Barat menargetkan bebas malaria akan dicapai di tahun 2027 sesuai dengan komitmen bersama antara Gubernur, Bupati/Walikota dan Ketua DPRD se-Papua Barat pada bulan Agustus tahun 2017 di Manokwari, hal ini sejalan dengan target eliminasi malaria nasional yang ditetapkan pada tahun 2030,” katanya.

    Baca juga:  Dinkes Papua Barat Sambangi SMK Kesehatan Manokwari Masifkan Program Imunisasi

    Dalam rangka mempercepat pencapaian bebas malaria, akan dilakukan pendistribusian kelambu anti nyamuk kepada masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah endemis tinggi. Ini akan dilakukan serentak pada bulan Maret ini.

    “Untuk Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama seluruh masyarakat di semua kampung akan diberikan kelambu per kelompok tidur sebanyak 160.250 kelambu. Sedangkan Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, dan Pegunungan Arfak kelambu hanya diberikan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di kampung endemis tinggi sebanyak 35.200 kelambu,” jelasnya.

    Baca juga:  Pelajar di Kaimana Sambut Positif Program Layanan Kesehatan Dinkes PB

    Sehingga total kelambu yang akan didistribusikan di wilayah Papua Barat sebanyak 195.450. Pemberian kelambu massal ini diperkirakan akan dapat melindungi 328.513 jiwa.

    Kata dr Nurmawati, dengan adanya pemberian kelambu ini dapat menurunkan 50 persen kasus malaria. Kelambu yang akan dibagikan pada Maret 2023 berbeda dengan kelambu yang dibagikan tahun 2020. (LP9/Red)

    Latest articles

    Sinergi BPH Migas, DEN dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM...

    0
    SORONG, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan dan mengecek langsung...

    More like this

    Sinergi BPH Migas, DEN dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM di Papua Barat Daya

    SORONG, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH...

    9 Tim Siap Tampil di Liga 4 Papua Barat, Dibuka 31 Maret oleh Gubernur

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Panitia penyelenggara menggelar Match Coordinator Meeting (MCM) Liga 4 Papua Barat sebagai...

    Pertamina Patra Niaga Perkuat Stok BBM di Teluk Wondama

    TELUK WONDAMA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga memastikan kapal pengangkut BBM ke Teluk Wondama sudah...