26.6 C
Manokwari
Rabu, Maret 11, 2026
26.6 C
Manokwari
More

    Tekan Klaster Keluarga, IDI : Dukungan Keluarga Sangat Penting Bagi Pasien Covid

    Published on

    Manokwari- Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Manokwari, dr Adhe Ismawan menyatakan dukungan keluarga pasien positif COVID-19 sangat penting untuk mencegah penularan pada klaster keluarga.

    “Terutama pada pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka harus mendapat dukungan yang tepat dari keluarga,”kata Adhe, Selasa (6/10)

    Sekalipun itu isolasi mandiri, lanjut Adhe, kontak dengan orang lain sekalipun keluarga betul-betul tidak boleh terjadi selama masa isolasi berlangsung.

    “Selama isolasi pasien harus benar-benar terpisah dari anggota keluarga. Ini harus dijaga sehingga tidak menimbulkan klaster keluarga,” ucap Adhe.

    Baca juga:  Silaturahmi Lintas Tokoh, Danrem Jazirah Onim Santuni Anak-anak Yatim Fakfak

    Sesuai data Satgas COVID-19 pada 5 Oktober 2020 kasus positif di Manokwari tercatat sebanyak 421 orang. Dari jumlah itu, 206 diantaranya sembuh, lima meninggal dunia, 86 diisolasi di rumah sakit dan 124 orang menjalani isolasi mandiri.

    Berdasarkan peta penularan, klaster keluarga memiliki angka kasus paling tinggi yakni 128 orang disusul klaster perkantoran 109, klaster nakes Puskesmas 44, klaster perbankan 35, klaster nakes rumah sakit 28, klaster pertokoan tujuh, klaster fasilitas karantina empat, klaster Gowa 4, serta klaster klinik satu orang.

    Adhe menjelaskan bahwa kedisiplinan pasien sangat diharapkan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Dalam isolasi mandiri dukungan dan pemahaman keluarga menjadi salah satu penentu.

    Baca juga:  Resmikan Gedung Dharma Wanita, Ali Baham: Hadiah Terakhir Saya  

    Sesuai hasil evaluasi bersama tim kesehatan Satgas COVID-19 lanjut Ismawan, isolasi mandiri di Manokwari belum berjalan optimal. Salah satu kendalanya adalah kedisiplinan pasien selama masa isolasi.

    “Mereka dipantau tapi tidak bisa maksimal. Pasien isolasi mandiri belum menerapkan protokol kesehatan seperti yang kita harapkan,” ucap Adhe lagi.

    Adhe mengemukakan, Satgas COVID-19 Manokwari saat ini sedang berusaha menambah fasilitas karantina bagi pasien COVID-19. Itu dilakukan guna menekan laju penambahan kasus positif dari klaster keluarga.

    Baca juga:  Perdasus Tambang Segera Disahkan, Izin Pengelolaan akan Diperketat

    “Informasinya untuk wilayah kota, Satgas akan memanfaatkan gedung balai latihan koperasi milik pemerintah provinsi. Selain itu Satgas juga akan mengupayakan satu fasilitas karantina di wilayah Warpramasi (Distrik Warmare, Prafi, Masni dan Sidey),” kata dia.

    “Kalau fasilitasnya mendukung sebaiknya seluruh pasien di isolasi secara terpusat. Tapi kalau fasilitas tidak mendukung maka isolasi mandiri terpaksa dilakukan dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi di antaranya kondisi rumah serta dukungan yang tepat dari keluarga pasien,” katanya menambahkan. (LPB1/red)

    Latest articles

    DPR Papua Barat Desak Perbaikan Jalan Wasior-Aisandami yang Rusak Berat

    0
    WASIOR, Linkpapua.id – Anggota DPR Papua Barat (DPRPB) Komisi IV yang membidangi infrastruktur, Asri, berharap Pemprov Papua Barat memberi perhatian khusus terhadap ruas jalan...

    More like this

    OJK-PPUMI Gelar Sicantiks, Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Perempuan di Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya...

    Pesan Sekda Ali Baham ke ASN Papua Barat: Jaga Pola Pikir dan Emosi di Medsos

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere meminta seluruh aparatur...

    Audit BPK Tuntas, Pemprov Papua Barat Targetkan Semua Temuan Beres April

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere menginstruksikan seluruh jajaran...