27 C
Manokwari
Jumat, Maret 27, 2026
27 C
Manokwari
More

    31 Tersangka Penambang Emas Ilegal di Maserawi Jalani Sidang Perdana

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Sebanyak 31 orang tersangka kasus penambangan emas Ilegal di kawasan Waserawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Kamis (7/7/2022).

    Sidang dipimpin Hakim Ketua, Cahyono Riza Adrianto, dan dua Hakim Anggota dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

    “Sidang hari ini dengan agenda pembacaan dakwaan. Silakan jaksa penuntut umum membacakan dakwaan,” kata Hakim Ketua.

    Dalam sidang pembacaan dakwaan terhadap 15 terdakwa, JPU Joice E. Mariai membacakan dakwaan para terdakwa.

    Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Manokwari, Rian Ardiansyah, mengatakan 31 orang terdakwa dihadirkan dalam sidang pembacaan dakwaan. Berkas para terdakwa dipisahkan jadi 10 berkas.

    Baca juga:  AJI Jayapura: Penghapusan Foto Milik Dua Jurnalis di PN Manokwari Langgar Kebebasan Pers

    “15 Terdakwa dilakukan sidang pertama, kemudian dilanjutkan dengan 10 terdakwa dan selanjutnya 6 terdakwa,” kata Rian.

    Dalam sidang pembacaan dakwaan dengan menghadirkan 10 terdakwa penambang emas ilegal, sempat dihadirkan 2 orang saksi Ferbalisan dari penyidik Polda Papua Barat.

    Dalam keterangan saksi mengaku bahwa selain menangkap para tersangka juga berhasil menyita barang bukti berupa alat yang digunakan untuk melakukan penambangan emas di Waserawi.

    “Ada tiga buah ekskavator yang saat itu kita tahan dan kini berada di halaman Markas Polda Papua Barat,” ujar saksi Ferbalisan.

    Ekskavator tersebut merupakan barang yang disewakan oleh seorang pemodal atau bos dengan Inisial BCL.

    Baca juga:  Pasca Autopsi, Penyebab Meninggalnya Yahya Mulai Terkuak

    “Ada tiga ekskavator warna kuning, satu ekskavator sudah rusak, sedangkan dua lainya tidak rusak,” tuturnya.

    Selain menghadirkan 25 terdakwa, sidang dilanjutkan dengan menghadirkan 6 orang terdakwa. Proses sidang enam orang terdakwa berlangsung sejak pukul 18.00 WIT.

    Sementara, kuasa hukum 15 orang terdakwa, Paulus Konstan Simonda, mengatakan total terdakwa yang ia dampingi sebanyak 15 orang.

    “Kami tidak melakukan eksepsi, nanti kita lihat saja pada fakta persidangan, apakah klien saya ini ada niatnya untuk melakukan kejahatan atau tidak,” kata Simonda usai persidangan.

    Sementara, kuasa hukum 16 terdakwa lainya, Ruben F.O. Sabami, meminta Jaksa Penuntut Umum agar menghadirkan pemilik ekskavator.

    Baca juga:  Januari Ini, Polda Papua Barat Lanjutkan Kasus Hibah Yayasan Tipari

    “JPU Harus menghadirkan pemilik eksavator, sebab selain tersangka ekskavator merupakan objek atau bagian dalam peristiwa pidana ini,” kata Ruben setelah mendengar keterangan dua saksi Ferbalisan yang mengaku tidak tahu pemilik ekskavator yang telah ditahan saat penangkapan para terdakwa.

    Sidang baru berakhir pukul 19.30 WIT dengan menghadirkan 6 terdakwa. Agendanya sama, yakni pembacaan surat dakwaan yang dipimpin Markam Farid selaku Hakim Ketua. Sidang akan dilanjutkan pada 14 Juli 2022 mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.

    JPU menjerat para terdakwa menggunakan pasal 89 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013. (LP2/Red)

    Latest articles

    Tingkatkan Kualitas Pendidikan, ‎Pemkab Manokwari Resmikan SMP Negeri 22 Satu Atap...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Manokwari Hermus Indou meresmikan pembangunan SMP Negeri 22 Satu Atap Mubri pada Kamis (25/3/2026).‎Pembangunan tersebut meliputi ruang kelas baru, ruang administrasi, laboratorium...

    More like this

    Nakes Diserang di Tambrauw: 12 Saksi Diamankan, Ada 2 Kepala Kampung!

    TAMBRAUW, LinkPapua.id - Polisi mengamankan 12 orang saksi terkait kasus penyerangan empat tenaga kesehatan...

    Polisi Diduga Mabuk Tabrak Warga hingga Tewas di Wondama, Kapolres Minta Maaf

    TELUK WONDAMA, LinkPapua.id - Kapolres Teluk Wondama AKBP Bayu Dewasto menyampaikan permohonan maaf atas...

    Rusak Fasilias Kantor DPMK Teluk Bintuni, Salah Satu Oknum Pegawai Dilaporkan ke Polisi

    TELUK BINTUNI,Linkpapua.id-Pengrusakan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...