2023, Pemkab Bintuni Hentikan Rekrut Honorer

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Pemkab Teluk Bintuni akan menghentikan perekrutan tenaga honorer mulai 2023. Seluruh honorer yang terdata resmi saat ini diharapkan terserap menjadi ASN pada formasi mendatang.

“Kepada pimpinan OPD saya minta tidak ada penambahan honorer lagi. Kalau ada yang nambah bayar sendiri (honornya). Jangan karena diberikan kesempatan lalu kita seenaknya,” ujar Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, saat memimpin apel gabungan ASN, Senin (22/11/2021).

Menurut Kasihiw, jumlah honorer sudah cukup besar. Bahkan telah melampaui kuota. Karena itu honorer yang terdata saat ini diharapkan tidak bertambah lagi.

Kepada Dinas Pendidikan diminta melakukan seleksi penerimaan guru-guru honorer secara objektif. Kasihiw tidak ingin rekrutmen honorer ini terus menuai polemik.

Baca juga:  APBD Teluk Bintuni Diproyeksi Rp1,9 T, Harus Gerakkan Ekonomi

“Jangan ada masalah lagi. Nanti ujung-ujungnya bupati lagi yang disalahkan. Padahal kan ini tanggung jawab teknis kepala OPD. Saudara diangkat jadi kepada OPD kan untuk membantu saya menyelesaikan masalah. Anda itu adalah bagian dari problem solving yang harus mampu menyelesaikan masalah. Nggak perlu sampai bupati lagi yang menyelesaikan persoalan begitu,” ujarnya.

Kasihiw mengatakan, tidak dibolehkannya lagi penerimaan honorer di 2023 sesuai dengan surat dari Menpan RB. Sebab diharapkan formasi CPNS 2021 para honorer sebagian besar sudah terserap jadi ASN.

Seluruh kepala daerah dan Kanreg BKN Papua Barat juga sudah sepakat mendorong kembali kebijakan rekrutmen program K2. Kalau ini berlaku akan ada sekitar 200 orang bisa terangkat. Ini belum termasuk P3K non-guru.

Baca juga:  Lantik 46 Pejabat, Gubernur Dominggus: Kerja Sesuai Tupoksi

Dalam formasi nanti akan diberi prioritas juga pada penyuluh pertanian. Jika semua ini berjalan sesuai rencana, otomatis akan ikut mengurangi jumlah honorer pemda.

“Semua upaya kita lakukan baik secara kedinasan maupun lobi-lobi politik. Kita lakukan agar semua itu bisa diakomodir,” jelas Kasihiw.

25% Pejabat Belum Setor LHKPN

Petrus Kasihiw mengatakan saat ini baru sekitar 75% pejabat daerah Bintuni yang menyetor Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Artinya masih ada 25% yang menyetorkannya.

“Padahal LHKPN itu wajib. Itu adalah bentuk kepatuhan kita pada peraturan perundang-undangan. Sbagai pejabat aparatur sipil negara wajib untuk melaporkanlll harta kekayaan,” tegas Kasihiw.

Baca juga:  Hadiri 'Makan Patita' Keluarga Maluku, Kasihiw: Kita Semua Basudara

Ia menekankan agar LHKPN ini menjadi perhatian. Kasihiw mengatakan, LHKPN harus dilaporkan setiap tahun. Di setiap akhir tahun dan paling telat Maret 2022.

Kasihiw juga menyinggung soal variabel MCP. Ia menyebut ada beberapa OPD yang capaian MCP masih nol. Ia mengingatkan agar ini segera diselesaikan.

“Iya segera diselesaikan sebelum saya ambil tindakan. Karena kita ini masih posisi 8 dari 12 kabupaten dan 1 kota. Padahal apa yang kurang. Sebenarnya kita itu bisa bergerak lebih cepat. Karena itu saya minta inspektorat bekerja lebih sigap lagi. Kuncinya kan ada di sana. Inspektorat,” tandasnya. (LP5/Red)

Latest articles

Brimob Perkuat Kehadiran di Teluk Wondama, Kompi 2 Batalyon C Diresmikan

0
MANOKWARI, Linkpapua.id— Kompi 2 Batalyon C Satuan Brimob Polda Papua Barat resmi diresmikan dan siap menjalankan tugas pengabdian di Kabupaten Teluk Wondama.Melalui berita tertulis...

More like this

Brimob Perkuat Kehadiran di Teluk Wondama, Kompi 2 Batalyon C Diresmikan

MANOKWARI, Linkpapua.id— Kompi 2 Batalyon C Satuan Brimob Polda Papua Barat resmi diresmikan dan...

Jelang Musda, Golkar Manokwari Siapkan Tahapan Pendaftaran Calon Ketua

MANOKWARI, Linkpapua.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Manokwari, panitia penyelenggara...

Bupati Hermus Pastikan Bantuan Beras Layak Diterima Masyarakat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Pemerintah Kabupaten Manokwari melakukan pemeriksaan kualitas program bantuan pangan untuk alokasi Juli–September...