26 C
Manokwari
Senin, Maret 30, 2026
26 C
Manokwari
More

    Jokowi Terbitkan Inpres Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua dan Papua Barat

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Presiden Joko Widodo telah menerbitkan instruksi Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Rencana aksi Instruksi Presiden (Inpres) yang melibatkan 40 lembaga dan kementerian itu dilaksanakan pada 2022-2024 mendatang.

    Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Theo Litaay mengatakan, pelaksanaan Inpres tersebut merujuk pada Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

    Undang-undang itu juga telah diperkuat dengan dua peraturan turunan. Salah satunya, ialah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 107 Tahun 2021 tentang Penerimaan, Pengelolaan, Pengawasan, dan Rencana Induk Percepatan Pembangunan (RIPP) dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua.

    Baca juga:  Lagi Kejati PB Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Jalan Mogoy Mardey

    “RIPP akan mulai disusun tahun 2024 dan rencana aksi berlaku hingga 20 tahun mendatang,” kata Theo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan implementasi Inpres Nomor 9/2020 bidang tata kelola pemerintahan bersama insan Pers di Manokwari, Papua Barat, Selasa (14/12/2021).

    Theo melanjutkan, bahwa presiden memandang Papua bukan sekedar daerah, tetapi program prioritas nasional. Untuk itu, dalam penyusunan RIPP ditekankan gambaran wilayah tanah Papua, akan dirubah menjadi Indonesia sentris yang memiliki makna pembangunan merata dalam berbagai bidang.

    Hal senada disampaikan Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP Rumadi Ahmad. Dirinya mengungkapkan bahwa Inpres tersebut diterbitkan Presiden Joko Widodo dengan ketegasan, yakni untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat di tanah Papua.

    Baca juga:  Masih Hadapi Gugatan di MK, KPU Manokwari Belum Tetapkan Caleg Terpilih

    “Untuk bisa mewujudkan itu, maka disini perlu perhatian khusus pada peningkatan sumberdaya manusia, terutama terhadap aparatur birokrasi di Papua Barat guna mendukung percepatan pembangunan,” kata Rumadi.

    Rumadi melanjutkan, keseriusan pemerintah membangun tanah Papua melalui instruksi percepatan pembangunan tak akan pernah bisa terwujud jika sistem internal, yaitu aparatur birokrat daerah tidak mempunyai kapabilitas.

    Oleh sebab itu, pembangunan utamanya akan dimulai dari sisi percepatan kualitas sumberdaya manusia, terutama pada pengelolaan birokrasi. Jika tak dilakukan, maka secara terus menerus tidak akan ada lompatan atau kemajuan apapun di Papua Barat.

    Baca juga:  Tingkatkan Good Governance di Papua, KSP Harap Warga Dukung Proses Hukum Lukas Enembe

    Seperti halnya masalah investasi, dimana tak ada pergerakan ekonomi lantaran tidak adanya tata kelola pemerintahan yang baik, seperti perizinan tata niaga, pengelolaan keuangan negara dan juga dalam hal penegakan hukum dan reformasi birokrasi.

    Salah satu cara yang ditempuh pemerintah, ialah memberikan perhatian khusus dalam hal rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dimana harus ada orang asli Papua. Ini dilakukan dengan orientasi agar birokrasi di Papua Barat bisa berjalan baik.

    “Dari sisi pemerintahan menunjukan masih banyak persoalan. Ya, tata kelola pemerintahannya menjadi isu menarik untuk dibahas. Ini berorientasi pada sumberdaya manusia (Aparatur Sipil Negara) yang perlu untuk dibenahi,” kata Rumadi. (LP7/Red)

    Latest articles

    Dukungan Mengalir, Prof Hammar Digadang Jadi Kandidat Kuat Ketum KONI Papua...

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinamika bursa pemilihan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat periode lima tahun ke depan mulai memanas....

    More like this

    Dukungan Mengalir, Prof Hammar Digadang Jadi Kandidat Kuat Ketum KONI Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinamika bursa pemilihan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)...

    Rektor Berharap Lulusan UNCRI Bawa Perubahan Positif di Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Rektor Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Prof Robert KR Hammar, menaruh harapan...

    Tak Perlu Pikir Biaya, Pasien Anemia di Manokwari Puas Layanan JKN-KIS

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan benar-benar menjadi...