26.8 C
Manokwari
Kamis, Maret 26, 2026
26.8 C
Manokwari
More

    Warga Borobudur Tolak Relokasi, Mugiyono: Pemda Jangan Paksa

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Ratusan korban kebakaran Kompleks Borobudur masih enggan direlokasi ke kawasan baru di Kelurahan Anday. Anday dianggap bukan hunian yang representatif bagi mereka.

    “Masyarakat memilih bertahan di lokasi rumah mereka. Meski pun di Anday pemerintah menjanjikan fasilitas,” ujar Anggota DPR Papua Barat Mugiyono, Selasa (8/2/2022).

    Mugiyono mengatakan, di Anday masyarakat khawatir akan sulit mendapatkan penghasilan. Mata pencarian mereka yang sebagian besar nelayan menganggap bukan tempat yang menjanjikan.

    Baca juga:  SK Wakil Ketua IV DPR Papua Barat Masih Tunggu Putusan Pusat

    “Memang setiap ketemu dengan masyarakat korban kebakaran, mereka sampaikan ingin kembali ke Borobudur. Apalagi sesaat setelah kejadian, warga bertemu bupati dan gubernur sudah disepakati akan kembali dibangun di lokasi kebakaran, bukan ditempat lain,” terang Mugiyono.

    Menurutnya, alasan untuk bertahan cukup realistis. Karena ini menyangkut kelangsungan hidup mereka.

    Di lokasi kebakaran sendiri kata Mugiyono masih cukup layak. Tinggal ditata secara baik agar tidak semrawut.

    “Termasuk sharing anggaran dari pusat. Jadi masyarakat menunggu itu. Bukan direlokasi ke Anday,” ujarnya.

    Baca juga:  AMPI Manokwari Serahkan Rekomendasi Hasil Diskusi Publik Terhadap 2 Raperda

    Dikatakan politisi PKS itu, permukiman di Borobudur dianggap strategis karena mayoritas warga bermata pencaharian sebagai nelayan.

    “Di lokasi yang terbakar itu masyarakat tidak jauh jika ingin menjual hasil melautnya. Perahunya juga aman karena bisa ditambatkan di situ,” paparnya.

    Selain itu pengalaman warga Borobudur yang pernah direlokasi ke Anday, sebagian besar kembali lagi. Ini menunjukkan mereka tidak hidup lebih baik di sana.

    Baca juga:  Pimpin Apel Gabungan, Wakil Bupati Manokwari Ingatkan Tingkatkan Kinerja ASN

    “Jadi saya rasa perlu ada komunikasi lebih kepada para nelayan yang memang benar-benar warga korban kebakaran, agar benar-benar mengetahui apa yang diharapkan masyarakat,” tambah dia.

    Mugiyono mengingatkan pemda agar menimbang kembali rencana relokasi itu. Sebab dikhawatirkan jika dipaksakan itu akan berdampak luas.

    “Fasilitas yang telah dibangun justru menjadi mubazir,” imbuhnya.

    Ratusan korban kebakaran saat ini masih ditampung di sejumlah lokasi. Mayoritas mereka menempati aula KLK yang tidak jauh dari lokasi kebakaran. (LP3/Red)

    Latest articles

    Musda II PWKI Papua Barat, Bupati Manokwari Tekankan Peran Perempuan dalam...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi perempuan menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) II Perkumpulan Wanita Kristen Indonesia...

    More like this

    Musda II PWKI Papua Barat, Bupati Manokwari Tekankan Peran Perempuan dalam Pembangunan

    MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi...

    Yudisium Perdana, 50 Lulusan Fakultas Hukum Uncri Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mewisuda 50 lulusan Program Studi Ilmu Hukum...

    Mugiyono Ajak Warga Maknai Idulfitri dengan Saling Memaafkan dan Kesederhanaan

    ‎MANOKWARI, Linkpapua.id- Dalam momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengajak...