Anike Sabami: Kemiskinan Jadi Pintu Masuknya Paham Radikal

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com- Gerakan Cinta NKRI menggagas Fokus Group Diskusi atau FGD tentang penguatan ideologi Pancasila dan pencegahan paham radikalisme di Papua Barat, Selasa (12/4/2022). FGD ini juga mengangkat tema sentral tentang potret kemiskinan.

Hadir sebagai pembicara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Manokwari Jaka Mulyana, Perwakilan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Bernad Jitmau dan Tokoh Perempuan Papua. Peserta terdiri dari kalangan ormas dan mahasiswa serta pelajar di Manokwari.

“Semoga kita orang Papua hidup aman dan damai dari paham radikalisme” kata tokoh perempuan Papua, Anike Sabami, Selasa (12/4/2022)

Anike mengatakan, negara berperan dalam membentuk ideologi masyarakat. Karena itu negara harus mendoktrin masyarakatnya dengan paham Pancasila.

Akan tetapi kata Anike, doktrin ini sangat terkait dengan kondisi sosial dan kesejahteraan. Sebab kemiskinan bisa menjadi kondisi yang mendorong masuknya paham radikal.

Baca juga:  Kejari Tahan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Disdik Teluk Wondama

“Kalau kita bilang ingin mau doktrin Ideologi Pancasila, isi dulu perut mereka, supaya tidak muncul radikalis-radikalis di Papua. Karena kemiskinan dan rasa lapar sangat rentan pada radikalisme,” kata Anike yang juga mantan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat.

Artinya kata Anike, radikalisme tidak berdiri sendiri. Ada kondisi di mana pemerintah juga harus mengambil tanggung jawab. Yakni menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.

“Semakin sejahtera rakyat semakin kuat ideologinya. Dan mereka akan semakin jauh dari paham radikal,” terang Anike.

Dia menyebutkan, bisa dibayangkan bagaimana jika radikalisme terjadi di Daerah Pegunungan Tengah.

“Perempuan anak ikut lari ke hutan karena terdoktrin oleh kaum laki-laki. Mereka mau makan apa, mereka makan rerumputan baik perempuan maupun anak-anak,” tuturnya.

Baca juga:  Dihantam Hoaks, Anisto Serukan Pendukungnya Tetap Bergerak Solid

Anike juga menyebut, melalui yayasan yang dipimpinnya ia melakukan survei kepada sejumlah ibu rumah tangga di Manokwari hingga Manokwari Selatan. Hasil survei menunjukkan, di masa pandemi pemenuhan kebutuhan hidup merosot tajam. Bahkan ada keluarga orang asli Papua, yang untuk makan sekali sehari pun susah.

“Di masa pandemi Covid-19 ini saya wawancara 10 perempuan, mereka sampaikan, kami tidak bisa kasih makan keluarga. Pertama suami tidak kerja, kedua kami dapat makan dari mana? BLT atau tangan kasih yang mereka bilang itu kami tidak dapat,” tutur Anike menceritakan hasil surveinya.

Kondisi inilah yang menurut Anike sangat rawan disusupi paham radikalisme. Pemerintah memiliki tanggung jawab besae dalam membendung kondisi itu.

Ketua Gerakan Cinta NKRI Papua Barat, Napoleon Fakdawer mengatakan kegiatan Focus Grop Diskusi dengan tema Pancasila dan Radikalisme beranjak dari beberapa dekade ini terjadi degradasi moral melalui aksi-aksi semo. Meski hal itu bagian dari demokrasi namun kata dia, penting juga memilih kata narasi yang baik.

Baca juga:  Dinkes Gelar Rakerkesda di Wondama, Pj Sekda PB Singgung Penurunan Kasus Stunting

“Jadi FGD ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI. Tujuan mengundang beberapa tokoh ini agar berbicara soal kecintaan terhadap NKRi, Tanah Papua dan Manokwari yang merupakan rumah bersama,” kata Fakdawer.

Dengan terus membicarakan Cinta NKRI diharapkan tidak ada lagi kondisi yang mengkhawatirkan akan tumbuhnya radikalisme.

Gercin kata Napoleon menjadi salah satu Organisasi yang berada pada Garda terdepan dalam membela NKRI dan merawat ideologi Pancasila terutama Papua yang masuk dalam bingkai Indonesia. (LP2/red)

Latest articles

DPP NasDem Pastikan Romelus Tetap Pimpin DPD Teluk Bintuni

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni, Romelus Tatuta menegaskan bahwa isu pergantian dirinya sebagai ketua partai merupakan informasi yang tidak...

More like this

DPP NasDem Pastikan Romelus Tetap Pimpin DPD Teluk Bintuni

MANOKWARI, Linkpapua.id – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Teluk Bintuni, Romelus Tatuta menegaskan bahwa...

Pemkab Fakfak Kembali Raih Opini WTP, Bupati: Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Fakfak kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil...

Dibawah Kepemimpinan Bupati Manibuy, Pemkab Teluk Bintuni Raih Opini WTP BPK RI

MANOKWARI, Linkpapua.id- Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dalam kepimpinan Yohanis Manibuy sebagai kepala daerah berhasil...