Pangdam Kasuari : Pers punya peran strategis kawal akselerasi pembangunan

Published on

Manokwari, LinkPapuaBarat.com- Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen I Nyoman Cantiasa menyatakan bahwa pers memiliki peran sangat strategis dalam mengawal akselerasi pembangunan di Provinsi Papua Barat.

Ia mengajak pers di daerah ini bersinergi baik dengan TNI, pemerintah daerah maupun lembaga lain di provinsi ini.

“Pers alat komunikasi massal, peranya juga sangat besar untuk menciptakan serta menjaga situasi keamanan di daerah agar tetap kondusif,” ucap Pangdam pada Silaturahmi bersama insan pers, Jumat (16/30).

Ia mengutarakan bahwa media sebagai alat kontrol sekaligus agen perubahan. Bagi masyarakat diharapkan media jadi forum pembinaan, pendampingan serta pengawasan.

Baca juga:  Masrawi Aryanto :Pasar Sentral Sanggeng akan Meningkatkan Geliat Ekonomi di Manokwari

“Harapanya masyarakat bisa maju dan sejahtera. Media juga sebagai alat edukasi untuk mencerdaskam masyarakat,” katanya lagi.

Menurut Cantiasa, wartawan di Papua Barat memiliki tantangan berbeda dibanding Jawa dan daerah lain. Begitu pulang TNI dan Polri dalam mengawal pembangunan di daerah.

Untuk itu, sebut Pangdam dibutuhkan kepiawaian dalam meramu dan menyuguhkan berita. Pers memiliki kewajiban morel terhadap proses pembangunan.

Baca juga:  Kodam Kasuari Dorong Program Rekruitmen 3000 Bintara Otsus

“TNI juga demikian kita butuh kepiawaian dalam menyikapi dimanika serta persoalan di Papua Barat. Karaketeristik sosial masyarakat di Papua secara umum berbeda dengan daerah lain,” katanya lagi.

Kembali dia mengajak seluruh elemen bersinergi, termasuk antara TNI dan pers. Pihaknya tak ingin ada konflik antara TNI dengan pers di Papua Barat.

“Untuk menyelesaikan masalah bangsa itu kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Pers pun punya peran dan kemampuan mengawal itu untuk Indonesia maju,” katanya.

Baca juga:  Lambert Jitmau Segera Deklarasi Jadi Bakal Calon Gubernur Papua Barat Daya

Pada kesempatan itu, Cantiasa pun berharap media di Papua Barat terus bekerja profesional dan tidak menjadi alat provokasi bagi pihak mana pun. Ditengah pandemi COVID-19 pers diminta terlibat sebagai alat kontrol.

“Senjata pena itu lebih tajam dari peluru. Satu peluru TNI hanya bisa membunuh satu kepala, tapi satu pena milik pers bisa membunuh 100 kepala bahkan lebih,” cetus Pangdam. (LPB1/red)

Latest articles

Papua Barat Lepas 20 Peserta MTQ Korpri Nasional, Bawa Target Perbaikan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melepas 20 peserta untuk mengikuti MTQ Korpri tingkat nasional ke-8 di Makassar dan Pangkep, Sulawesi Selatan...

More like this

Papua Barat Lepas 20 Peserta MTQ Korpri Nasional, Bawa Target Perbaikan Prestasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melepas 20 peserta untuk mengikuti MTQ...

Gubernur Dominggus Buka Pameran UMKM Papua Barat, Dorong Produk Lokal Jadi Raja di Rumah Sendiri

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan membuka Pameran UMKM Papua Barat 2026...

Gubernur Papua Barat: 1 Agustus Seharusnya Atribut HUT Kemerdekaan RI Sudah Terpasang

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyoroti belum terpasangnya baliho dan spanduk...