Dinas Kehutanan PB akan Serahkan Aset ke PBD, 194 Pegawai Ikut Diplot

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat tengah menyiapkan sejumlah aset yang akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Aset-aset itu berupa kendaraan, fasilitas kantor dan dokumen.

“Aset-aset kita ini lagi disiapkan. Tadi saya sudah lapor Pak Sekda akan kita serahkan dan personelnya kurang lebih 194 orang ikut kita plot ke sana. Ini sudah termasuk aset kendaraan, sejumlah kantor dan dokumen,” jelas Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Hendrik Runaweri kepada wartawan di kantornya, Rabu (15/3/2023).

Baca juga:  Bupati Bernard Bangga Masohi Mansel Tembus Surabaya, Puji Peran Gubernur

Dikatakan Hendrik, Dinas Kehutanan akan menjadi dinas pertama yang menyerahkan aset ke Papua Barat Daya. Ada sedikitnya 11 UPTD yang terbentuk di Papua Barat Daya dengan jumlah personel yang memadai.

“Kita di sana ada 11 UPTD dan personelnya cukup banyak. Saat ini mereka masih dibiayai oleh Papua Barat sementara operasional tidak dibiayai lagi. Rencananya minggu depan penyerahan,” paparnya.

Baca juga:  BPS Papua Barat Gelar Workshop Wartawan Tingkatkan Literasi Statistik

Hendrik berharap setelah penyerahan aset, seluruh pembiayaan dan operasional secara otomatis akan beralih menjadi tanggung jawab Provinsi Papua Barat Daya. Hendrik berpesan, agar seluruh SDM yang diplot ke Papua Barat Daya juga lebih fokus bekerja menjaga keberlangsungan hutan.

Baca juga:  Dikucur Rp137 M, Dishut Papua Barat Kebut Penyerapan Anggaran

“Dinas dan plt-nya sudah ada. Tinggal yang lain-lain belum jalan saja,” ungkapnya.

Disinggung soal sisa UPTD yang tersisa di Papua Barat, kata Hendrik, ada sekitar 10 UPTD yang bertahan. Namun 10 UPTD ini akan mengalami peleburan hingga nanti tersisa 7 UPTD.

“Kita ini tinggal 10 UPTD. Tapi kita lagi gabung-gabung lagi nanti tinggal tujuh karena ada perampingan,” katanya. (LP9/Red)

Latest articles

Elpiji Non-Subsidi Mahal, DPRK Manokwari Desak Pemda Bertindak Cepat

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Melonjaknya harga elpiji non-subsidi saat ini tentu menjadi perhatian serius. Anggota DPRK Manokwari Masrawi Aryanto mengungkapkan kenaikan harga tersebut justru semakin membebani masyarakat. “Sebagai...

More like this

Elpiji Non-Subsidi Mahal, DPRK Manokwari Desak Pemda Bertindak Cepat

MANOKWARI, Linkpapua.id-Melonjaknya harga elpiji non-subsidi saat ini tentu menjadi perhatian serius. Anggota DPRK Manokwari...

Konflik Senior-Junior SMK Taruna Manokwari, 30 Siswa Diduga Terlibat Aktif

MANOKWARI, LinkPapua.id - Aksi pengeroyokan massal yang melibatkan puluhan senior terhadap junior terjadi di...

Kasus SMA Taruna Manokwari, DPRP Papua Barat Panggil Kadisdik-Kepsek

MANOKWARI, LinkPapua.id - DPRP Papua Barat bereaksi keras atas insiden pengeroyokan massal senior terhadap...