MANOKWARI, LinkPapua.id – Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal. Agenda keagamaan tingkat nasional ini ditargetkan menjadi wadah perputaran modal bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan nenengah (UMKM) serta sektor pariwisata.
“Pastinya kedatangan ribuan orang dalam Pesparawi nanti menjadi peluang bagi para pelaku UMKM untuk melakukan promosi produknya,” kata Ketua Harian Pesparawi Nasional XIV Yacob S Fonataba saat ditemui di Kantor LPPD Papua Barat, Sabtu (13/6/2026).

Penyelenggaraan kegiatan skala besar ini dipastikan menyedot kedatangan massa dalam jumlah masif dari berbagai provinsi ke Bumi Kasuari. Lonjakan kunjungan diperkirakan memicu perputaran ekonomi pada sektor akomodasi perhotelan, jasa transportasi, warung kuliner, hingga pusat perbelanjaan oleh-oleh.
Pemerintah daerah mengidentifikasi sejumlah komoditas unggulan dan titik destinasi unggulan untuk disajikan kepada para delegasi selama masa pergelaran berlangsung. Penataan khusus disiapkan pada sektor kerajinan tangan lokal serta manajemen pengelolaan situs-situs wisata sejarah dan alam di sekitar lokasi utama acara.
“Ada produk lokal yang perlu kita dorong, situs-situs wisata juga perlu dipromosikan hingga kuliner khas Manokwari,” ujar Yacob.
Pergerakan finansial di lapangan diprediksi naik tajam seiring tingginya tingkat konsumsi barang pokok dan kebutuhan sekunder dari para kontingen. Pelaku usaha lokal diimbau untuk menjaga stabilitas tarif dan mutu komoditas agar daya beli para tamu tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, Yacob menekankan pentingnya aspek keramahtamahan dari segenap warga selaku tuan rumah. Pengalaman impresif yang dibawa pulang oleh para pelancong dinilai menjadi instrumen promosi jangka panjang yang efektif bagi citra daerah.
“Yang diutamakan adalah membuat tamu merasa senang dan nyaman sehingga pergi dalam keadaan senang dan kembali juga dalam keadaan senang,” ucapnya. (LP14/red)








