Dinas PUPR Papua Barat Bangun 144 Fasilitas MCK Atasi Pencemaran Lingkungan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) membangun 144 sarana fasilitas umum mandi cuci kakus (MCK) di beberapa wilayah strategis.

Kepala Dinas PUPR Papua Barat, Yohanis Momot, mengungkapkan 144 MCK ini tersebar di 21 lokasi yang meliputi Distrik Masni serta beberapa kampung di antaranya Kampung Asai hingga Warbefor di Distrik Manokwari Utara. Hal ini, kata dia, merupakan langkah penting dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca juga:  Keren! Terobosan Gubernur Papua Barat Soal Lingkungan Hidup Masuk 5 Kemenangan Dunia

“MCK ini sangat vital untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat pembuangan air besar (BAB) sembarangan yang juga berdampak negatif pada kesehatan masyarakat,” ujar Momot saat meninjau lokasi pembangunan MCK di beberapa titik bersama Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, Jumat (1/9/2023).

Momot menekankan pembangunan MCK ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Papua Barat dalam mengatasi permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem yang masih tinggi.

“144 MCK ini dibangun di wilayah ini karena punya presentasi MCK yang minim, buang air tidak pada tempatnya. Sangat penting pemerintah melakukan intervensi terhadap persoalan ini. Puji Tuhan bisa terealisasi hari ini,” tuturnya.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Lantik 12 Plt Kepala Dinas dan Biro

Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, mengingatkan kepada masyarakat mengenai sanitasi dan akses air bersih. Ia menegaskan bahwa ini adalah tanggung jawab bersama yang harus diperhatikan seluruh pihak.

Pemerintah pusat, kata dia, telah menetapkan standar kesehatan minimal yang mencakup memiliki MCK sebagai salah satu unsur pentingnya.

“Masyarakat memenuhi standar kesehatan minimal memiliki MCK karena standar presentasi sanitasi yang layak harus capai 100 persen,” terangnya.

Baca juga:  ASN Diminta Pahami Visi dan Misi Kepala Daerah

Waterpauw juga mengingatkan bahwa Papua Barat masih memiliki tingkat kemiskinan ekstrem tinggi, menempatkannya sebagai peringkat kedua terendah di Indonesia. Oleh karena itu, pencapaian dalam sanitasi, air bersih, dan MCK sangat krusial untuk mengatasi masalah ini.

Ia berharap agar masyarakat juga memiliki kesadaran untuk menjaga sanitasi, air bersih, dan fasilitas toilet umum ini, serta bersama-sama berperan dalam pemeliharaan MCK yang telah dibangun pemerintah. (LP2/Red)

Latest articles

DPRK Wondama Dorong Pemkab Berikan TPP ASN Triwulan IV 2026, Jadi...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, kembali mendorong Pemkab Teluk Wondama mengupayakan pembayaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN pada triwulan...

More like this

PSSI Papua Barat Mulai Tahapan Pemilihan Ketua, Pendaftaran Dibuka 5-9 Oktober

MANOKWARI, LinkPapua.id – Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Barat...

Nilai Ekspor Papua Barat Agustus 2026 Melonjak Jadi US$297,51 Juta, Didominasi Bahan Bakar Mineral

MANOKWARI, LinkPapua.id – Nilai ekspor Papua Barat pada Agustus 2026 melonjak menjadi US$297,51 juta....

BGN Ungkap Perputaran Anggaran MBG di Papua Barat Capai Rp36 Miliar per Bulan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap perputaran anggaran program Makan Bergizi Gratis...