Debat Pilkada Bintuni: Ditanya Anisto soal Inflasi, Daniel Asmorom: Baik…   

Published on

TELUK BINTUNI,LinkPapua.com – Calon Bupati Teluk Bintuni, Daniel Asmorom tak bisa menjawab saat ditanya soal tingkat inflasi di Teluk Bintuni, dalam debat perdana, Kamis (31/10/2024). Pertanyaan dilontarkan oleh cabup nomor urut 1, Yohanis Manibuy.

Sebelum menyampaikan pertanyaan, Anisto, sapaan Yohanis Manibuy memberikan gambaran terkait tingkat inflasi di Kabupaten Teluk Bintuni pada tahun 2023 sebesar 6,38 persen. Kata dia, salah satu penyebab inflasi tersebut adalah masalah konektivitas wilayah.

“Bagaimana langkah konkret pasangan nomor urut 02 mengatasi masalah konektivitas di Kabupaten Teluk Bintuni?,” tanya Anisto, kepada Daniel Asmorom, yang berpasangan dengan Alimudin Baedu.

Baca juga:  IMM Desak Bupati Maybrat Batalkan Nota Dinas Plh Kepala Kampung

Daniel yang mendapat pertanyaan itu, terlihat bingung. Di atas podium, ia terlihat membolak-balikkan kertas untuk mencari jawaban.

“Baik.. penanganan inflasi…,” kata Daniel, yang kembali terdiam dalam beberapa saat.

Alimudin Baedu yang berdiri di sampingnya, mencoba membantu memberikan jawaban, dengan menuliskan sesuatu di kertas yang dipegang Daniel Asmorom. Karena jeda jawaban yang cukup memakan waktu, pemandu acara sempat mempersilakan ulang untuk Daniel segera memberikan jawaban.

“Silakan, paslon nomor urut 02 untuk menjawab,” kata salah satu pemancu debat, mengulang kalimatnya.

Baca juga:  Groundbreaking Kantor DPW NU Papua Barat, Gubernur: Butuh Dukungan Semua Pihak

Karena tidak juga segera ada jawaban dari Daniel Asmorom, Alimudin Baedu kemudian mengambil alih microfon untuk menjawab pertanyaan Anisto. Kata Alimudin, untuk menangani inflasi daerah, pihaknya memiliki tim pengendali inflasi daerah yang terdiri berbagai pihak.

Yang kedua, kata Alimudin, inflasi daerah bukan hanya soal harga yang tidak bisa dikendalikan, tetap juga disebabkan transportasi, distribusi dan ketersediaan barang di Bintuni.

“Kita tahu hari ini bahwa harga barang kita, inflasi yang tinggi karena faktor transportasi dan distribusi barang ke daerah pegunungan dan pesisir, serta tingginya biaya produksi yang terjadi di sektor pertanian, perikanan dan lainnya,” kata Alimudin.

Baca juga:  Pasca Pengrusakan APK HERO, Hariyono May: Jangan Terulang lagi

Untuk mengendalikan inflasi daerah tersebut, menurutnya tidak hanya melakukan pendekatan kebijakan, tetap juga kemitraan dengan pengusaha dan dengan pihak lain.

“Karena inflasi yang tinggi berbanding lurus dengan masalah kemiskinan. Semakin tinggi inflasi daerah, semakin berpengaruh pada kemiskinan, karena barang yang dijual di toko tidak bisa dijangkau oleh masyarakat,” kata Alimudin, mengakhiri jawabannya.(LP5/Red)

Latest articles

Darurat Campak, Dinkes Papua Barat Minta Masyarakat Tak Tolak Imunisasi MR

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat meminta masyarakat tidak menolak imunisasi Measles-Rubella (MR) di tengah peningkatan kasus campak. Sedikitnya 15 kasus positif...

More like this

361 Pejabat Pemkab Manokwari Dilantik, Bupati Hermus Tekankan Kinerja dan Sinergi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari Hermus Indou melakukan rotasi dan pelantikan besar-besaran terhadap pejabat...

HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Terus Jaga Kepercayaan Rakyat

MANOKWARI, Linkpapua.id– Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) digelar...

TNI Kuasai Markas OPM di Maybrat Papua Barat Daya, 2 Anggota Manfred Fatem Tewas

MAYBRAT, LinkPapua.id – TNI menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya di...