25.3 C
Manokwari
Sabtu, Maret 14, 2026
25.3 C
Manokwari
More

    Formasi CPNS 2019, Akan Prioritas Honorer Orang Asli Raja Ampat

    Published on

    Raja Ampat-Ketua Komisi I DPRD Raja Ampat, Fahmi Macap SE. mengatakan bahwa kewenangan penentuan CPNS 2019,2020 dan 2021 yang diberikan oleh Kemenpan dan BAKN, harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah untuk memprioritaskan pegawai honorer di seluruh distrik di kabupaten Raja Ampat.

    Bertempat di lobby utama Kemempan RI, Jakarta, 7 Agustus 2020, Ketua Komisi I DPRD Raja Ampat, Fahmi Macap SE, mengatakan bahwa pertemuan Gubernur Papua Barat, bersama seluruh bupati/walikota dan perwakilan masyarakat, membuahkan hasil yang menggembirakan.

    “Usulan yang disampaikan kepada Menpan dan Kepala BAKN direspon dengan baik dan mengembalikan kewenangan penentuan CPNS Formasi 2018 -2020 kepada daerah, terutama formasi 2019 dan 2020, ini peluang baik, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah daerah,” katanya.

    Baca juga:  Resmikan Tiga Pelabuhan di Raja Ampat, Gubernur Ajak Warga Jaga NKRI

    Fahmi Macap yang akrab disapa Pace FM ini, mengatakan bahwa khusus formasi CPNS 2019 – 2021di Raja Ampat harus memberlakukan kuota 80 persen Orang Asli Raja Ampat ( OAR ), sementara kuota 20 persen akan diisi bukan OAR dan non OAP.

    Secara spesifik, untuk formasi 2019, pemerintah daerah diminta mengutamakan pegawai honorer yang tersebar di seluruh distrik di kabupaten Raja Ampat dan mereka yang bekerja di kantor Bupati dan OPD yang ada di Waisai.

    Baca juga:  Menkes Resmikan Pembangunan RSUD Tipe C Raja Ampat, Bupati: Ini Langkah Monumental!

    Lagi, Pegawai distrik dan kampung yang selama ini menjadi honorer diangkat langsung kemudian ditingkatkan kapasitasnya, dan dijadikan admin serta disebarkan menurut keahliannya yang ada pada OPD .

    “Anak-anak asli Raja Ampat ini, mampu, cuma belum diberikan kesempatan sehingga kemampuan mereka belum nampak, oleh karena itu, dengan diangkat menjadi CPNS serta ditingkatkan kapasitasnya, akan terlihat kemampuan dan kapabilitasnya,” kata Pace FM.

    Menurut pace FM, kabupaten Raja Ampat didirikan dengan tujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak di seluruh kampung dan distrik, oleh karena itu, pengangkatan CPNS 2019-2021, honorer OAR yang sdh mengabdi lama, diangkat menjadi CPNS, sehingga ada keberlanjutan SDM OAR dalam birokrasi pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

    Baca juga:  UMP tak Naik, Buruh TKBM Raja Ampat Minta Disnaker Turun Tangan

    Fahmi macap mengharapkan agar pencaker anak-anak asli Raja Ampat bersabar dan memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk menata formasi CPNS ke depan.Dirinya juga berpesan agar OAR mengawal kebijakan pemerintah, sebaliknya niat baik juga dari pemerintah untuk memperdayakan OAR sebagai CPNS. (LPB4/Red).

    Latest articles

    Yomima Ibori:Pembayaran Hak Pegawai dan Aparat Kampung Dilakukan di Kantor Distrik

    0
    TELUK BINTUNI,Linkpapua.id-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Tembuni, Yomima Ibori, menegaskan bahwa seluruh pembayaran hak-hak pegawai di wilayah Distrik Tembuni akan dilakukan secara tertib dan...

    More like this

    Pemilik Hak Ulayat Buka Palang Adat Pulau Wayag, Harap Akses Wisata Kembali Normal

    RAJA AMPAT, LinkPapua.id - Pemilik hak ulayat dari tujuh marga masyarakat adat suku Kawei...

    Kemenhan Serahkan Motor Operasional untuk Lembaga Adat Raja Ampat

    RAJA AMPAT, LinkPapua.id - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyerahkan bantuan kendaraan operasional untuk Lembaga Masyarakat...

    Rajif Achmad Terpilih Aklamasi Jadi Ketua KNPI Raja Ampat 2025-2028

    RAJA AMPAT, LinkPapua.id - Rajif Achmad ditetapkan sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)...