Kapal Pesiar Datang, Papua Barat Raup Puluhan Juta per Kunjungan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Kedatangan kapal pesiar ke Papua Barat mendatangkan manfaat ekonomi yang signifikan. Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat mencatat hingga Februari 2025, telah ada dua kapal pesiar yang berlabuh dengan membawa total 220 wisatawan.

Ketua Biro Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) DPD HPI Papua Barat, Yensen Seragih, mengungkapkan dua kapal pesiar itu mengunjungi Manokwari dan Teluk Wondama. Setiap kunjungan kapal pesiar berkontribusi sebesar Rp20 juta hingga Rp30 juta bagi perekonomian daerah.

Baca juga:  Prospek UMKM Papua Barat Dinilai Menjanjikan, tapi Butuh Inovasi untuk Bersaing

“Jika ditotal per kunjungan sekitar Rp 20 hingga Rp 30 juta. Sementara, di Pulau Mansinam kemarin kita dapat Rp 30 juta per kunjungan,” ujar Seragih kepada wartawan di Swiss Belhotel Manokwari, Selasa (4/3/2025).

Menurut Seragih, kunjungan kapal pesiar menjadi peluang besar dalam pengembangan sektor pariwisata Papua Barat. Dia memperkirakan jika pemerintah mampu menarik 10 hingga 20 kapal pesiar dengan nilai ekonomi sekitar Rp 30 juta per kapal di setiap kabupaten, maka potensi pendapatan yang bisa diraih mencapai angka fantastis.

Baca juga:  Jelang Pembukaan Pesparawi XIV, Masyarakat Diajak Jaga Nama Baik Manokwari

“Rp 4,5 miliar yang didapatkan hanya dari kapal pesiar,” ungkapnya.

Menurutnya, pendapatan itu bisa tersebar ke berbagai sektor, mulai dari pemandu wisata hingga belanja suvenir serta donasi untuk sekolah dan gereja.

Untuk meningkatkan daya tarik wisata Papua Barat, Seragih mendorong pengembangan produk unggulan yang bisa dijadikan oleh-oleh khas daerah. Salah satu yang potensial adalah kopi Barto Inden dari Pegunungan Arfak.

Baca juga:  Dari Diskusi Webinar PIKI: Pariwisata Daerah Bisa Bangkit Lebih Cepat, Asal...

“Kopi Barto Inden harus didorong agar bisa menjadi suvenir andalan kita dari Pegunungan Arfak,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya promosi serta peningkatan kesadaran masyarakat akan potensi wisata yang dimiliki. Menurutnya, rendahnya pemahaman masyarakat masih menjadi tantangan besar sehingga diperlukan berbagai upaya untuk membangkitkan kesadaran tersebut.

“Hal yang penting juga diperlukan adalah membuat event yang memiliki skala nasional agar menjadi pintu yang mendatangkan banyak pengunjung,” tuturnya. (LP14/red)

Latest articles

SMP Satu Atap Moyeba Bintuni Hanya Punya 6 Murid Baru, Khawatir...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – SMP Satu Atap (Satap) Moyeba di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, hanya menerima 6 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027....

More like this

Program Sekolah Gratis Dimulai, Orang Tua Tak Lagi Dibebani Biaya Pendaftaran

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pemerintah Kabupaten Manokwari mulai merealisasikan program sekolah gratis yang difokuskan bagi...

IPG Papua Barat Naik, Dominggus Minta Percepat Penyusunan RAD Kesetaraan Gender

MANOKWARI, LinkPapua.id – Indeks Pembangunan Gender (IPG) Papua Barat pada 2025 meningkat menjadi 82,87....

Haru dan Bangga, Marco Kurei-Hasna Rumbiak Siap Wakili Papua Barat di Paskibraka Nasional

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua pelajar asal Kabupaten Manokwari, Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari...