Dinas Pendidikan Papua Barat Tepis Kekurangan Guru: Penyebarannya Tak Merata

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Papua Barat, Abdul Fatah, menegaskan bahwa Papua Barat tidak mengalami kekurangan guru. Namun, dia mengakui persoalan utama yang dihadapi adalah penyebaran tenaga pendidik yang belum merata di seluruh wilayah.

Fatah mengungkapkan, berdasarkan rasio kebutuhan guru SD 20, SMP 20, SMA 20, dan SMK 15. Menurutnya, rasio masih mencukupi, tetapi masalah sebenarnya adalah distribusi yang tidak merata.

“Ada di 1 sekolah hanya memiliki 1 guru mata pelajaran, sementara di sekolah lain mereka memiliki 2 atau bahkan 3 guru dalam 1 mata pelajaran. Ada juga 1 guru yang mengajar di 2 sekolah,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (2/5/2025).

Baca juga:  Kepala Bappeda Manokwari: Jika Sudah Ada yang Membayar Pendaftaran Nanti akan Dikembalikan

Mengatasi ketimpangan ini, kata Fatah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat saat ini melarang mutasi atau pemindahan guru secara bebas agar proses pemetaan tenaga pendidik dapat dilakukan lebih akurat.

“Ini perlu ada kebijakan dari pimpinan yang mengatur tenaga pendidik agar penyebarannya merata di setiap sekolah,” katanya.

Baca juga:  269 Prajurit Naik Pangkat, Pangdam Kasuari: Ini Penghargaan atas Dedikasi

Selain penyebaran guru, tantangan lain yang tak kalah penting adalah angka putus sekolah yang masih tinggi. Berdasarkan penelitian dosen dari Universitas Papua (Unipa), jumlah anak putus sekolah di Papua Barat mencapai 40.329 orang.

Menanggapi hal ini, Fatah menyebut pemerintah daerah masih terus mencari solusi. Salah satunya adalah rencana penerapan sistem sekolah sepanjang hari (full day school), yang memungkinkan siswa belajar dari pukul 06.30 hingga 15.00 WIT. Namun, program ini belum bisa dijalankan karena keterbatasan anggaran pada tahun 2024.

Baca juga:  Waterpauw Ajukan Tiga Nama Plt. Sekda Papua Barat ke Kemendagri

Selain itu, pemerintah juga telah menyediakan pendidikan alternatif, seperti program Paket A, B, dan C, yang bisa diakses oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu. Setelah lulus, mereka tetap bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (LP14/red)

Latest articles

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

0
JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura yang tempat tinggalnya terbakar pada Kamis 7 Mei yang lalu.Area...

More like this

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura...

Kasus Kekerasan Senior-Junior di SMA Taruna Kasuari Nusantara Manokwari Berakhir Damai

MANOKWARI, LinkPapua.id– Kasus kekerasan fisik antara siswa senior dan junior di SMA Taruna Kasuari...

Gubernur Papua Barat: Jalan Rusak di Prafi Manokwari Diupayakan Diperbaiki 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan akan mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan...