Waspadai Perkembangan Medsos Untuk Pecah Belah Bangsa

Published on

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com- Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani Mengimbau semua pihak untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) dan tidak ditujukan untuk menyebarkan kebohongan dan kebencian. Penggunaan medsos patut diwaspadai terhadap berita hoax yang dapat mengkisruhkan kantibmas, terlebih berkaitan dengan rasisme.

“Rasisme bisa terjadi dimana saja. Seseorang bisa menjadi rasis karena pengaruh pola pikir, norma sosial dan lainnya. Yang akhirnya membawa prilaku negatif pada kelompok tertentu. Sehingga jangan ada sekat-sekat dan deskriminasi,”kata Lakotani pada pelaksanaan Forum Grup Discusion (FGD)pada Senin (1/2/2021).

Baca juga:  Pengacara Muda, Patrix Diterjunkan Nasdem Tarung di Dapil I untuk DPR Papua Barat

Lakotani mengatakan perkembangan teknologi informasi begitu cepat dan luas. Dampaknya, banyak orang memanfaatkan perkembangan teknologi itu dalam menyebarkan dan menerima informasi dan memajukan kehidupan masyarakat.

“Kita harus menghindari adanya berita bohong, fitnah, apalagi upaya memprovokasi. Kita harus menggunakan kemajuan teknologi untuk kepentingan kemanusiaan, untuk kepentingan kebersamaan. Jangan sampai kemajuan teknologi dipakai untuk pecah belah bangsa,” lanjut Lakotani.

Baca juga:  Polda Papua Barat Gelar Simulasi Sispamkota Hadapi Pemilu 2024

Sementara itu, Pangdam VIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa mengatakan keberagaman harus disikapi sebagai kekayaan dan kekuatan untuk membangun bangsa.

“Keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa bukan malah jadi konflik. Sebagai negara yang heterogen untuk menciptakan kedamaian perlu peran serta semua pihak dalam merawat kebhinekaan. Kita sudah bersama sepakat untuk menolak rasisme sehingga tindakan-tindakan seperti itu tidak boleh terjadi di Indonesia yang dihuni penduduk dari berbagai suku, ras dan agama,”ungkap Pangdam.

Baca juga:  Perusahaan Malas Lakukan Pelaporan Izin Lingkungan, DLH Papua Barat Hanya Bisa Tegur

Turut hadir, Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Patrige Renwarin. Dirinya  mengatakan bangsa Indonesia mendapat banyak tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

“Memang ancaman terhadap Indonesia tidak hanya dari dalam, tetapi juga dari luar negeri. Indonesia semakin dewasa dalam menyelesaikan setiap tantangan yang terjadi termasuk isu SARA. Untuk itu dengan bersama-sama maka pemerintah dan para tokoh yang bisa menjaga kamtibmas,”jelas Renwarin.(LPB3/red).

Latest articles

UNIPA-WWF Indonesia Perbarui MoU, Lanjutkan Kemitraan Strategis hingga 2030

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Universitas Papua (UNIPA) dan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Program Papua melanjutkan kemitraan strategis untuk mendukung konservasi alam...

More like this

UNIPA-WWF Indonesia Perbarui MoU, Lanjutkan Kemitraan Strategis hingga 2030

MANOKWARI, LinkPapua.id - Universitas Papua (UNIPA) dan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF)...

Kabar Baik! Kemendag Restui Pembangunan 3 Pasar di Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengantongi persetujuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk...

Pemprov Papua Barat Usul Bangun 3 Pasar ke Kemendag, Anggaran Rp12 M per Pasar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengusulkan pembangunan tiga pasar ke Kementerian...