Gubernur Dominggus di Hadapan Wamenkop: 76 Koperasi Kampung Sudah Berbadan Hukum

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, melaporkan progres pembentukan koperasi kampung kepada Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono. Hingga kini sebanyak 76 koperasi kampung telah resmi berbadan hukum dari total 824 kelurahan dan kampung di Papua Barat.

Dominggus menyampaikan itu dalam dialog percepatan program Koperasi Merah Putih di Aston Niu Hotel, Manokwari, Sabtu (28/6/2025). Menurutnya, saat program nasional ini digulirkan, hanya terdapat 14 koperasi berbadan hukum. Pemerintah daerah pun terus dikejar untuk mempercepat proses legalisasi koperasi sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden RI.

Baca juga:  Gelombang Pasang Terjang Kawasan Pantai Maruni, Talud Jebol

“Karena ini adalah program nasional Bapak Presiden (Prabowo Subianto), maka pemerintah daerah terus dikejar untuk mempercepat pembentukan koperasi kampung. Hingga saat ini dari proses yang telah dilakukan total 76 koperasi telah berbadan hukum,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan kendala yang dihadapi dalam proses legalisasi koperasi, antara lain minimnya keberadaan notaris di beberapa kabupaten. Setidaknya empat kabupaten, yakni Kaimana, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, dan Manokwari Selatan, diketahui belum memiliki notaris sendiri.

Baca juga:  Menkominfo Resmikan Tower BTS 4G Perdesaan Papua Barat

“Kami telah menugaskan notaris dari Manokwari untuk ke kabupaten tersebut dan biayanya telah ditanggung pemerintah daerah,” katanya.

Dominggus menargetkan seluruh 824 koperasi kampung dapat berbadan hukum paling lambat pada Juli 2025. Dia menegaskan komitmennya untuk mendorong keberhasilan penuh program koperasi kampung di Papua Barat.

“Koperasi kampung merupakan program yang sangat baik untuk menumbuhkan perekonomian melalui kampung. Jika kampung bisa tumbuh, maka yang di atasnya juga akan berkembang,” ucapnya.

Baca juga:  DPRD Manokwari Protes Antrean di SPBU: Kalau tidak Bisa Diatasi Cabut Saja Izinnya

Menurutnya, koperasi kampung bukan hanya penggerak ekonomi, tetapi juga simbol kehadiran negara di level akar rumput. Program ini juga bisa bersinergi dengan agenda nasional lainnya seperti program Makan Bergizi Nasional (MBN).

“Dengan adanya koperasi, maka program MBN dapat memperoleh bahan-bahan makanan melalui koperasi. Dengan begitu, kedua program akan saling berkesinambungan dan berjalan,” sebutnya. (LP14/red)

Latest articles

Rp400 Juta Dikembalikan, Perkara Piutang ASN Pemkab Bintuni-Ketua KPU Berakhir Damai

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Perkara utang piutang antara seorang ASN Pemkab Teluk Bintuni, Papua Barat, berinisial YI dan Ketua KPU Teluk Bintuni berinisial MMMA...

More like this

Jelang Pesparani IV Papua Barat, LP3KD Cek Kesiapan Panitia hingga Kedatangan Tamu

MANOKWARI, LinkPapua.id – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat mematangkan...

Percepat Pembangunan, Pemkab Teluk Bintuni Fokus Buka Akses Jalan Wilayah Moskona

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dibawah kepimpinan Bupati Yohanis Manibuy menegaskan komitmennya untuk mempercepat...

Pemaparan Ketua LPPD Sulteng hingga Terpilih Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XV 2029

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi terpilih menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara...