SLB Manokwari Resmi Berstatus Negeri, Layani Beragam Kebutuhan Khusus

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekolah Luar Biasa (SLB) Terpadu Manokwari, Papua Barat, kini resmi berstatus negeri. Dengan perubahan ini, sekolah akan melayani seluruh jenis disabilitas.

Kepala Bidang SMA dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Papua Barat, Timotius Kambu, menyebut pemerintah mengambil alih SLB dari yayasan untuk menjamin sarana, prasarana, dan tenaga pendidik.

“Kami telah melakukan rakor antara pembina, pengurus yayasan. Di dalamnya diperoleh kesepakatan peralihan aset melalui penandatanganan berita acara antara yayasan dan Dinas Pendidikan Provinsi. Atas dasar itu, kami tindak lanjuti dan mengeluarkan izin peralihan melalui SK gubernur,” ujarnya, Senin (28/7/2025).

Baca juga:  Di Depan Menteri Bahlil, Kepala DMPTSP Papua Barat: Kekayaan SDA Hanya Ilusi

Timotius menyebut perubahan status menjadi negeri dilakukan agar masyarakat tahu status sekolah yang kini berada di bawah naungan Pemprov Papua Barat. Dengan status ini, akses pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus akan semakin terbuka.

“Sebelum menjadi negeri, SLB belum menerima peserta dari semua tuna. Namun, saat ini kami berkomitmen agar SLB dapat menjadi sekolah yang mendidik semua siswa disabilitas,” katanya.

Baca juga:  Alasan di Balik Kemungkinan UMP Papua Barat 2026 Tetap Rp3.615.000

Dia menjelaskan, sejak awal urusan pendidikan khusus merupakan tanggung jawab provinsi berdasarkan amanat UU 23 Tahun 2014 dan PP 106 Tahun 2021.

“Sehingga secara otomatis yayasan akan terlepas dan seluruh kewenangan SLB ada pada Pemprov Papua Barat,” sebutnya.

SLB juga akan menggunakan kurikulum nasional. Pemerintah akan menyiapkan alat bantu bagi siswa penyandang disabilitas.

Timotius mengatakan siswa tunarungu dan tunanetra memerlukan alat bantu khusus untuk berkomunikasi. Bila alat bantu tersedia lengkap, maka proses belajar mengajar akan berjalan optimal.

Baca juga:  Hindari Masalah Hukum, Pengusaha OAP Diminta Tertib Administrasi   

SLB juga masih kekurangan guru karena minimnya minat mengajar di sekolah berkebutuhan khusus. Guru yang tersedia akan diberi pendidikan lanjutan agar memenuhi standar sebagai pendidik.

“Mencari guru untuk sekolah khusus sangat susah karena memang lulusan yang siap untuk mengajar di SLB di Manokwari tidak ada. Maka kami akan memperdayakan guru yang telah tersedia dan meningkatkan potensi mereka,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Dominggus Paparkan LKPJ 2025 di Depan DPRP Papua Barat, Beber Alasan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan membeberkan alasan melakukan perombakan postur anggaran dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025 di hadapan...

More like this

Dominggus Paparkan LKPJ 2025 di Depan DPRP Papua Barat, Beber Alasan Penyesuaian Anggaran

MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan membeberkan alasan melakukan perombakan postur anggaran...

Gubernur Papua Barat Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRP, Pendapatan Tembus Rp3,37 Triliun

MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun...

Kapolda Papare Tegaskan Seleksi Casis Harus Bersih, Larang Janji Kelulusan dan Praktik Calo

MANOKWARI, Linkpapua.id-Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menegaskan komitmennya untuk menjaga proses seleksi...