IPM Papua Barat Ketiga Terbawah Nasional, Lakotani Heran Kalah dari Provinsi Baru

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani heran daerahnya yang sudah lama terbentuk justru tertinggal soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Papua Barat kini tercatat sebagai provinsi dengan IPM ketiga terendah secara nasional.

“Beberapa hari ini telah dirilis data BPS tentang IPM di mana Papua Barat termasuk rendah secara nasional. Di sana terpampang wajah Gubernur dan Wakil dan wajah seluruh masyarakat Papua Barat. Begitu data ini rilis saya dapat WhatsApp dari mantan pejabat di Papua yang memiliki kepedulian dan menyebut Papua Barat perlu digenjot,” ujar Lakotani saat apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (29/9/2025).

Baca juga:  Jembatan Kali Obie Bintuni Mangkrak Tiga Tahun, Warga Terpaksa Bangun Jembatan Darurat

Papua Barat diketahui merupakan provinsi kedua yang terbentuk di tanah Papua. Namun, IPM-nya masih kalah jauh dibanding provinsi yang baru berdiri.

Lakotani meminta agar program peningkatan IPM segera dijalankan. Fokus utama ada pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Dinas Pendidikan, Kesehatan, kita ada program Papua Barat Cerdas dan Papua Barat Sehat. Saya minta program ini segera dijalankan, apalagi lusa sudah memasuki bulan Oktober, namun program-progam stimulan masih jalan di tempat,” tuturnya.

Baca juga:  Penerapan PPKM Papua Barat: Seluruh Kabupaten/Kota Level 1, Hanya Kabupaten Sorong Level 2

Lakotani juga menyinggung persoalan pertumbuhan ekonomi Papua Barat yang minus. Dia menilai APBD belum dikelola dengan baik sehingga tidak berdampak pada perputaran ekonomi.

“Sesungguhnya jika APBD dibelanjakan dengan baik dan tepat, maka dapat menstimulan perputaran ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” kata dia.

Dia menyebut beberapa tahun lalu, saat pandemi Covid-19, ekonomi Papua Barat masih relatif baik. Namun, kini kinerjanya anjlok dan menjadi tanggung jawab bersama untuk dipulihkan.

“Beberapa tahun lalu walaupun di tengah hantaman pandemi Covid, tetapi pertumbuhan ekonomi kita masih relatif baik. Tapi, terakhir ini pertumbuhan ekonomi menjadi minus. Ini menjadi kerja dan tanggung jawab kita semua untuk meningkatkannya kembali,” ungkapnya.

Baca juga:  Update Covid-19 Papua Barat per 19 Juli: Mulai Melandai, Sembuh 136 Orang

Lakotani meminta Bappeda mengawal visi dan misi pemerintah provinsi agar peningkatan IPM dan ekonomi bisa tercapai. Dia menekankan perlunya kolaborasi semua pihak.

“Gubernur dan Wakil Gubernur punya mimpi yang dituangkan dan visi dan misi. Namun, untuk mewujudkannya perlu kolaborasi dari seluruh pihak maka saya minta kita bersama-sama untuk mewujudkan mimpi itu,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Mansel Semprot ASN Malas-Jarang Ikut Apel Gabungan

0
MANSEL, LinkPapua.id – Bupati Bernard Mandacan menyemprot Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat. Teguran keras ini...

More like this

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengelola MBG di Manokwari: Jangan Cuma Cari Untung!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren memberikan peringatan kepada...

Muskab KONI Pegaf Diminta Bebas dari Intervensi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pegunungan...

Suriyati: DPRK Akan Uji Kesesuaian Program dalam LKPJ Bupati 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Wakil Ketua DPRK Manokwari Suriyati mengatakan pihaknya dalam beberapa waktu kedepan...