DPRK Sentil RPJMD Teluk Wondama, Desak Atasi Ketimpangan Pendidikan-Pembangunan

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, menyoroti masih tingginya ketimpangan layanan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi antarwilayah. DPRK mendesak agar RPJMD 2025-2029 bisa menghadirkan solusi nyata untuk memangkas kesenjangan tersebut.

“Realitas menunjukkan masih banyak saudara-saudari kita di wilayah pedalaman yang belum melek huruf atau buta aksara ataupun hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SD,” kata Anggota DPRK Teluk Wondama Bernadus A Imburi saat membacakan pemandangan umum fraksi dalam rapat paripurna di Gedung DPRK Teluk Wondama, baru-baru ini.

Baca juga:  Novie Marani Kuatkan Komitmen Partai Perindo Papua Barat Hadapi Pemilu 2024

Dia menegaskan perlu ada terobosan agar pembangunan sumber daya manusia (SDM) merata di semua wilayah. DPRK mengingatkan agar RPJMD tidak hanya berpihak pada perkotaan, tapi juga menjangkau pesisir, kepulauan, hingga pedalaman.

“Karena itu, kiranya perlu ada terobosan yang diambil agar pembangunan sumber daya manusia bisa merata di setiap wilayah atau setidak-tidaknya perlu ada upaya nyata agar tidak terjadi kesenjangan yang begitu jauh dari wilayah perkotaan dengan wilayah pinggiran dan pedalaman,” lanjut politisi Partai Golkar itu.

Baca juga:  IPLR Papua Barat Latih 150 Pemuda dan UMKM agar Naik Kelas

Sesuai visi misi daerah dalam RPJMD 2025-2029, fokus pembangunan pada tahun 2026 adalah akselerasi kualitas SDM. Bupati Teluk Wondama lewat jawaban resmi yang dibacakan Wakil Bupati Anthonius Alex Marani menyebut ada strategi pemerataan pendidikan lima tahun ke depan.

Alex memaparkan konsep peningkatan layanan pendidikan dan literasi dasar dengan semboyan “setiap rumah adalah sekolah”. Skema itu disebut sejalan dengan semangat Otonomi Khusus Papua yakni Papua Cerdas.

Baca juga:  DBH Migas Teluk Wondama Meroket Dua Kali Lipat, Sentuh Rp96 M

Selain itu, pemerintah daerah mendorong model pendidikan unggul berbasis kearifan lokal. Fokusnya bukan hanya akademik, tapi juga nilai moral, spiritualitas, dan adat istiadat orang Wondama.

“Tiga, inklusif dan berkeadilan, yaitu memastikan bahwa setiap anak Wondama, tanpa terkecuali, mendapatkan akses pendidikan berkualitas dari kampung sampai kota,” ucap Alex. (rex/red)

Latest articles

PAL-KOAP Terima Rp100 Miliar, Alex Wonggor Desak Porsi Anggaran Kontraktor OAP...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Perkumpulan Asosiasi Lokal Kontraktor Orang Asli Papua (PAL-KOAP) Papua Barat mendesak pemerintah menetapkan alokasi anggaran bagi kontraktor OAP sejak awal pembahasan...

More like this

Mugiyono: Manokwari Siap Bersinergi Wujudkan Papua Barat Maju dan Sejahtera

MANOKWARI, Linkpapua.id-Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Manokwari mendukung program pembangunan...

Terdampak Kabut Asap Kiriman, Penerbangan di Bandara Rendani Manokwari Belum Normal

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di luar Manokwari...

Berawal dari Lembaga Nonformal, Yayasan Jamal Papua Kembangkan Umul Quro

MANOKWARI, LinkPapua.id – Yayasan Jamal Papua mengembangkan lembaga pendidikan Umul Quro dari pendidikan nonformal...