DPRK dan Pemkab Teluk Bintuni Tetapkan RPJMD 2025–2029, Fokus SDM-Infrastruktur

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Dokumen ini menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur.

“Saya berharap seluruh anggota dewan dapat berpartisipasi aktif dalam pembahasan dan memberikan masukan yang konstruktif serta mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujar Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy dalam rapat paripurna di ruang sidang utama DPRK Teluk Bintuni, Rabu (22/10/2025) malam.

Yohanis menegaskan RPJMD bukan sekadar dokumen perencanaan pembangunan. Dokumen ini menjadi arah dan tujuan bersama dalam mewujudkan Teluk Bintuni yang maju, sejahtera, dan berkeadilan.

Baca juga:  Upacara HUT Kemerdekaan di Teluk Bintuni, Stafsus Presiden Ingatkan Semangat Gotong Royong

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRK Romilus Tatuta dan dihadiri Wakil Bupati Joko Lingara, pimpinan OPD, serta sejumlah pejabat Pemkab Teluk Bintuni.

Menurut Yohanis, RPJMD 2025-2029 disusun berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta peraturan pendukung lainnya. Ia menyebut penyusunan dokumen dilakukan secara transparan, partisipatif, efisien, dan akuntabel.

RPJMD Teluk Bintuni 2025-2029 memuat enam isu strategis utama. Isu itu meliputi infrastruktur dan konektivitas wilayah, peningkatan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi lokal dan sumber daya alam, hingga pelestarian lingkungan.

Baca juga:  Polda Papua Barat Gelar Salat Iduladha 1447 H dan Tebar 47 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Visi pembangunan daerah yang ditetapkan yakni “Terwujudnya masyarakat yang sehat, energik, religius, dan andal menuju Teluk Bintuni smart dan inovatif.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah arah kebijakan. Fokusnya pada pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM, efisiensi pemerintahan, serta penguatan nilai keagamaan dan budaya lokal.

Program prioritas mencakup Beasiswa Teluk Bintuni Smart, Otsus Card bagi Orang Asli Papua, penerapan e-Government terintegrasi, dan pengembangan agroindustri. Program lain yakni peningkatan konektivitas antarwilayah serta penguatan kapasitas lembaga masyarakat adat.

Baca juga:  Wabup Joko Lingara Ungkap Masalah Jembatan-Listrik di Bintuni Saat Musrenbang Papua Barat

“RPJMD ini akan menjadi pedoman bagi semua dalam melaksanakan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan,” ujar Ketua DPRK Teluk Bintuni Romilus Tatuta.

Romilus mengatakan DPRK menggunakan pendekatan teknologi, partisipatif, politis, dan integratif dalam penyusunan RPJMD. Ia berharap seluruh pembahasan dilakukan secara seksama agar hasilnya tepat sasaran. (LP5/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...

Survei Kerukunan Bintuni, Wabup Joko Minta Data Disampaikan Objektif

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Wabup Teluk Bintuni Joko Lingara membuka Rapat...

Antisipasi Konflik Zona Merah, Kesbangpol Bintuni Masuk Kampung Perkuat Wawasan Kebangsaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...