27.1 C
Manokwari
Sabtu, Maret 14, 2026
27.1 C
Manokwari
More

    Gubernur Papua Barat Minta Dukungan ESDM-DPN Tertibkan Tambang Rakyat

    Published on

    JAKARTA, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) untuk mempercepat penetapan wilayah pertambangan rakyat. Ia menegaskan landasan hukum pengelolaan tambang rakyat di Papua Barat sudah jelas.

    “Pemerintah Provinsi Papua Barat telah memiliki landasan hukum untuk mengelola pertambangan rakyat, yaitu Perda Nomor 05 Tahun 2023 tentang Pertambangan Rakyat dan Pergub Nomor 16 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Tambang Mineral dan Batu Bara,” ujarnya saat mengikuti RDP bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

    Baca juga:  Dominggus Jalan Santai dan Bagikan 300 Paket Sembako di Manokwari

    Menurutnya, aturan tersebut merupakan turunan dari UU Otsus Nomor 2 Tahun 2021 dan PP 106. Dia tidak ingin masyarakat adat terus dituduh melanggar hukum, padahal mereka menambang di tanah sendiri untuk bertahan hidup.

    “Masyarakat adat ini mereka yang punya wilayah dan mereka membutuhkan uang untuk keperluan hidupnya,” tuturnya.

    Dominggus menyebut Pemprov Papua Barat sedang menyiapkan rancangan Pergub terkait pelaksanaan usaha pertambangan mineral logam, mineral bukan logam, dan batuan. Regulasi ini disiapkan untuk memastikan pengelolaan tambang rakyat berjalan tertib.

    Baca juga:  Mahasiswa UNCRI Dukung Kebijakan Pemangkasan Anggaran Perjalanan Dinas Gubernur Papua Barat

    Ia menilai percepatan penetapan wilayah pertambangan rakyat juga bergantung pada dukungan kementerian terkait. Penetapan ini dinilai penting agar aktivitas tambang rakyat tidak lagi berada dalam status abu-abu.

    “Percepatan defisit RT RW dan perubahan fungsi kawasan hutan juga sangat penting,” katanya.

    Dominggus menjelaskan proses penertiban izin tambang mengacu pada rencana tata ruang. Namun, banyak lokasi potensial masih berstatus hutan lindung atau konservasi sehingga membutuhkan kebijakan khusus dari pemerintah pusat.

    Baca juga:  Pandemi, produksi pertanian Papua Barat justru meningkat

    Oleh karena itu, ia meminta dukungan politik Presiden dan DPR RI untuk mendorong Kementerian Kehutanan menurunkan tim percepatan perubahan kawasan. Dukungan ini dinilai penting agar daerah memiliki kepastian hukum dalam menetapkan wilayah tambang rakyat.

    “Tujuannya jelas, agar wilayah potensial tambang dapat dialihfungsikan dan menjadi kawasan budi daya atau hutan produksi yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat,” ucapnya. (LP14/red)

    Latest articles

    BPJS Kesehatan Buka Posko Mudik, Sediakan Cek Kesehatan-Relaksasi Gratis

    0
    SIDOARJO, LinkPapua.id - BPJS Kesehatan mengoperasikan Posko Mudik di delapan titik strategis untuk menjamin kenyamanan dan kesehatan pemudik selama periode Lebaran Idulfitri 2026. Fasilitas...

    More like this

    Kapolda Papua Barat Hadiri Buka Puasa Bersama Wakil Gubernur, Perkuat Sinergitas Forkopimda

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Kapolda Papua Barat Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K. menghadiri buka puasa bersama yang...

    Yomima Ibori:Pembayaran Hak Pegawai dan Aparat Kampung Dilakukan di Kantor Distrik

    TELUK BINTUNI,Linkpapua.id-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Tembuni, Yomima Ibori, menegaskan bahwa seluruh pembayaran hak-hak...

    Polda Papua Barat Gelar Gerakan Pangan Murah Polri dan Salurkan Beras ke Masyarakat

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Polda Papua Barat menggelar kegiatan Bazar Pasar Gerakan Pangan Murah Polri secara...