25.9 C
Manokwari
Jumat, Maret 27, 2026
25.9 C
Manokwari
More

    OJK dan BPS Latih Petugas Jelang SNLIK Papua Barat 2026

    Published on

    SORONG, LinkPapua.id – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menggelar pelatihan petugas Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Pelatihan ini menjadi langkah awal persiapan pelaksanaan SNLIK di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

    “Dalam Undang-Undang Nomor 59 tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), sektor keuangan menjadi salah satu dari 45 indikator utama pembangunan. Sektor keuangan diarahkan menjadi sumber pembiayaan yang dalam, inovatif, efisien, stabil, dan inklusif,” ujar Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Ferdian Ario dalam kegiatan di Aston Sorong Hotel & Conference Center, Selasa (25/11/2025).

    Baca juga:  Pemkab Bintuni Paparkan Realisasi APBD 2023, Belanja Capai Rp3,4 T

    “Inklusi keuangan menjadi salah satu indikator utama pembangunan dalam RPJPN 2025-2045 yaitu dengan target sebesar 98%. Oleh karena itu juga dilaksanakan SNLIK setiap tahun,” lanjutnya.

    Pelatihan ini bertujuan menyamakan persepsi petugas terhadap pemahaman konsep dalam survei. Selain itu, memastikan definisi operasional setiap variabel dipahami dengan benar.

    Baca juga:  Inflasi Papua Barat 1,33% dan Papua Barat Daya 1,38% di November 2025

    Kepala BPS Papua Barat, Merry MP, menyampaikan pesan agar petugas lapangan memahami kuesioner, buku pedoman, dan showcard yang menjadi panduan. Hal ini penting agar pertanyaan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh responden.

    Pada kesempatan ini, Merry juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terjalin antara OJK dan BPS. Kerja sama ini bertujuan menjaga kualitas data dan memberikan gambaran utuh tentang kondisi literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

    Baca juga:  September 2023, TPK Hotel Bintang dan Jumlah Penerbangan di Papua Barat Turun

    SNLIK sendiri telah dilaksanakan OJK bekerja sama dengan BPS sejak tahun 2024 untuk menghasilkan nilai estimasi pada level nasional. Survei ini akan diselenggarakan di 120 Klkabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

    Total responden yang dilibatkan mencapai 10.800 responden yang akan dilaksanakan pada periode Januari-Februari 2026. Pelaksanaan SNLIK bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi dan inklusi keuangan sekaligus mengevaluasi program yang sudah berjalan. (*/red)

    Latest articles

    Tips Hemat LPG ala Menteri Bahlil: Masakan Sudah Masak, Kompor Jangan...

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai melakukan penghematan energi secara mandiri. Langkah ini...

    More like this

    Pertamina Patra Niaga Perkuat Stok BBM di Teluk Wondama

    TELUK WONDAMA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga memastikan kapal pengangkut BBM ke Teluk Wondama sudah...

    Tingkatkan Kualitas Pendidikan, ‎Pemkab Manokwari Resmikan SMP Negeri 22 Satu Atap Mubri

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Manokwari Hermus Indou meresmikan pembangunan SMP Negeri 22 Satu Atap Mubri pada...

    Kapolda Papare Hadiri Rapim Kodam XVIII/Kasuari, Perkuat Sinergitas TNI–Polri

    MANOKWARI, Linkpapua.id— Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, S.I.K. menghadiri kegiatan Rapat Pimpinan...