OJK Catat 544 Aduan Penipuan Transaksi Keuangan di Papua Barat-PBD Sepanjang 2025

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap maraknya aktivitas ilegal di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD). Sepanjang tahun 2025, OJK mencatat adanya 544 laporan penipuan transaksi keuangan yang masuk melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC).

Ketua OJK Papua Barat dan PBD, Budi Rahman, menekankan peran media sangat vital untuk menangkal kejahatan finansial ini. Sinergi dengan media diperlukan untuk memperkuat pemahaman publik terhadap sektor jasa keuangan.

“Partisipasi insan media sangat penting dalam memastikan masyarakat menerima informasi yang akurat mengenai sektor jasa keuangan dan upaya pencegahan kejahatan keuangan,” ujarnya dalam journalist update di Manokwari, Kamis (4/12/2025).

Baca juga:  OJK: Sektor Keuangan Papua Barat Stabil, Aset Perbankan Rp32,16 Triliun

Dia menambahkan kolaborasi antara OJK dan media sangat diharapkan untuk menghasilkan efek positif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan finansial masyarakat dan memperluas penggunaan layanan formal.

“Kami berharap kolaborasi antara OJK dan media dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan keuangan masyarakat serta memperluas penggunaan layanan keuangan formal,” katanya.

Baca juga:  Masrawi Reses di kampung Bugis, Warga Keluhkan Krisis Air Bersih

Sekretariat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) di Jakarta mengungkapkan detail laporan ini. Selain ratusan kasus penipuan, tercatat ada empat laporan investasi ilegal serta 54 laporan kerugian akibat pinjaman online (pinjol) ilegal.

OJK sendiri gencar memperkuat literasi dan inklusi keuangan di dua provinsi tersebut. Kehadiran kantor OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya bertujuan memperluas jangkauan edukasi dan meningkatkan kualitas materi.

Selama periode Januari hingga Oktober 2025, OJK telah melaksanakan 14 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 1.100 peserta. Program ini menyasar pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Dorong Peningkatan Sektor UMKM untuk Penguatan Fiskal daerah

OJK mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai tawaran mencurigakan, seperti pekerjaan paruh waktu, pinjaman online ilegal, dan skema investasi yang tidak masuk akal. Publik diminta untuk selalu memeriksa legalitas entitas melalui layanan konsumen OJK di nomor 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau email konsumen@ojk.go.id. (LP14/red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...