Raperdasi Pariwisata Papua Barat Tertunda, Anggaran Jadi Kendala

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua Barat mengakui pembahasan Raperdasi Rencana Induk Pembangunan Pariwisata belum bisa dilanjutkan. Masalah keterbatasan anggaran daerah dan substansi materi menjadi penghambat utama regulasi strategis tersebut tuntas di tahun 2025.

Hal itu disampaikan Ketua Bapemperda DPR Papua Barat, Amin Ngabalin, dalam rapat paripurna di Hotel Aston Niu, Manokwari, Senin (22/12/2025). Agenda ini membahas persetujuan dan penetapan Raperda non-APBD serta APBD Papua Barat.

“Raperdasi tersebut belum bisa dibahas pada tahap pembahasan tingkat I karena sejumlah substansi dinilai belum mengakomodasi potensi pariwisata di beberapa kabupaten ditambah keterbatasan anggaran daerah,” ujarnya.

Baca juga:  Sambut Puncak HUT Kemerdekaan, Pj Gubernur Coffee Morning Bersama Forkopimda

“Kondisi ini wajar dan dapat dipahami karena terjadi penyesuaian besar dalam perencanaan anggaran daerah, yang tentu berimplikasi pada penyusunan regulasi,” lanjutnya.

Dia menjelaskan hambatan ini juga dipicu implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Kebijakan nasional tersebut berdampak pada pergeseran anggaran yang cukup signifikan di Pemprov Papua Barat.

“Tahun 2026 harus menjadi momentum memperkuat perencanaan legislasi yang benar-benar strategis, congan dukungan anggaran yang memadai dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Papua Barat Alami Silpa Rp1 Triliun Lebih pada Perubahan APBD 2022

Bapemperda menekankan ke depan perencanaan legislasi tidak boleh hanya sekadar mengejar kuantitas regulasi. Pihaknya akan lebih fokus pada kualitas produk hukum serta ketepatan prioritas pembangunan.

Berdasarkan Keputusan DPR Papua Barat Nomor 1 Tahun 2025, tercatat ada deretan Raperdasi yang berhasil direalisasikan. Berikut daftar regulasi yang telah mencapai tahap penetapan.

1. Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024

2. RPJMD Provinsi Papua Barat 2025-2030

3. Perubahan APBD Papua Barat 2025

4. Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2022 ke DPR

5. Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPR Papua Barat

6. Perlindungan dan Pemberdayaan Pengusaha Asli Papua.

7. APBD Papua Barat 2026

DPR Papua Barat berkomitmen menjalankan fungsi legislasi untuk mendukung percepatan pembangunan dan penguatan otonomi daerah. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Khusus untuk Raperdasi Pariwisata, Bapemperda memastikan akan menjadwalkan ulang pembahasan tersebut. Rencana induk ini ditargetkan masuk kembali dalam agenda Propemperda Tahun 2026 mendatang. (LP14/red)

 

Latest articles

Baru 7 dari 203 Usulan Penuhi Syarat, Bupati Pegaf Minta Kekhususan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Dominggus Saiba, meminta pemerintah pusat memberikan kebijakan khusus untuk pemekaran kampung di tanah Papua. Dari 203 usulan...

More like this

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10 Distrik Harus Disiapkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi...

Musprov PORDI Papua Barat Jadi Momentum Regenerasi Kepemimpinan, Haryono Calon Tunggal Ketua

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat menggelar Musyawarah...

Papua Barat Kerja Sama Lintas Provinsi Kendalikan Malaria di Perbatasan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memperkuat kerja sama lintas provinsi dengan...