APBD Papua Barat 2026 Disahkan Rp4,4 Triliun, Belanja Pegawai Gemuk

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPR Papua Barat mengesahkan APBD tahun anggaran 2026 sebesar Rp4,4 triliun, tetapi disertai sorotan tajam dari parlemen. Enam fraksi di dewan menyentil postur anggaran yang dinilai terlalu ‘gemuk’ pada belanja pegawai dan operasional di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Keberhasilan APBD sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengelola dan mengimplementasikan anggaran secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, di tengah kemampuan fiskal yang sangat terbatas,” ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam rapat paripurna di Hotel Aston Niu, Manokwari, Selasa (30/12/2025).

Baca juga:  Fraksi Otsus DPR PB Akan Protes ke Jokowi, Andai Kemendagri Abaikan Lex Specialis 21 Ranperda

Penetapan anggaran tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua II DPR Papua Barat Syamsuddin Seknun. Agenda ini turut dihadiri Ketua DPR Orgenes Wonggor, Wakil Ketua I Petrus Makbon, serta Sekda Ali Baham Temongmere dan jajaran Forkopimda.

“Kami berterima kasih atas saran, masukan, serta catatan-catatan yang bersifat membangun dan berorientasi pada kepentingan kesejahteraan masyarakat Papua Barat,” kata Dominggus merespons kritik dewan.

Seluruh fraksi di parlemen secara bergantian memberikan pendapat akhir yang menyoroti rendahnya kualitas belanja daerah. Fraksi-fraksi mendesak pemerintah mengevaluasi efektivitas program karena porsi belanja modal hanya dijatah 8 persen, berbanding terbalik dengan biaya operasional birokrasi yang membengkak.

Baca juga:  Asosiasi Gubernur Se-Papua Akan Laporkan Program Prioritas ke Pemerintah Pusat

“Kita semua diamanatkan untuk mengutamakan kepentingan masyarakat melalui kebijakan yang kita putuskan bersama,” tambahnya.

Berdasarkan struktur yang disahkan, belanja operasi menembus Rp2,195 triliun dengan komponen belanja pegawai mencapai Rp820,54 miliar. Angka ini dinilai kontras dengan belanja modal yang hanya Rp368,20 miliar, di mana pembangunan jalan dan irigasi hanya dialokasikan sebesar Rp205,85 miliar.

Baca juga:  Ali Baham Bicara Filosofi Membangun dari Era Gubernur Bram, Dominggus hingga Waterpauw

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran dewan akan terhambatnya pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat luas. Apalagi, ketergantungan fiskal terhadap pusat masih sangat tinggi dengan nilai transfer mencapai Rp3,762 triliun dari total pendapatan Rp4,408 triliun.

DPR Papua Barat pun memberikan peringatan politik agar pelaksanaan anggaran tidak sekadar menjadi formalitas administratif. Pemerintah diminta lebih kreatif meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini baru menyumbang sekitar 14,6 persen atau senilai Rp645,36 miliar. (LP14/red)

Latest articles

Suporter Bakar Mobil-Rusak Fasilitas Stadion Lukas Enembe Jayapura

0
JAYAPURA, LinkPapua.id – Sejumlah oknum suporter membakar mobil dan merusak fasilitas Stadion Lukas Enembe usai Persipura Jayapura gagal promosi ke Super League. Massa meluapkan...

More like this

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak Papua Barat

KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas...

Musrenbang Otsus-RKPD Papua Barat Fokuskan 3 Program Prioritas Pembangunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua...

Musrenbang Papua Barat 2027 Sepakati 446 Subkegiatan, Anggaran Otsus Tembus Rp1 Triliun

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyepakati ratusan subkegiatan prioritas dengan total...