25.9 C
Manokwari
Minggu, Maret 15, 2026
25.9 C
Manokwari
More

    Sopir Hilux Manokwari-Bintuni Mogok, Protes Izin Perusahaan Travel

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Sopir Hilux rute Manokwari-Teluk Bintuni, Papua Barat, menggelar aksi mogok massal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Manokwari Selatan. Aksi ini dipicu oleh penolakan terhadap kehadiran perusahaan Travel Transnusa yang dinilai mengancam mata pencaharian ratusan sopir lokal yang sudah puluhan tahun beroperasi.

    “Kami melakukan ini karena diduga pemerintah mengizinkan travel yang beroperasi di Manokwari-Bintuni,” kata ketua komunitas Hilux jalur Manokwari-Bintuni, Nofti Tapilatu, Minggu (11/1/2026).

    Para sopir berkumpul di pertengahan jalan antara Manokwari Selatan dan Teluk Bintuni. Aksi mogok ini rencananya akan terus berlangsung hingga Selasa (13/1) sebagai bentuk protes kepada pemerintah.

    Baca juga:  Wabup Joko Lingara Kunjungi Lapas Teluk Bintuni, Warga Binaan Sampaikan Keluhan

    “Kami tolak kehadiran Travel Transnusa di jalur ini. 30 tahun kami beroperasi di jalur ini telah memberikan sumber penghidupan bagi ratusan warga lokal,” tegas Nofti.

    Kabar mengenai peluncuran Travel Transnusa pada Senin (12/1) menjadi pemantik kemarahan para sopir. Meski persoalan ini telah dibawa ke pemerintah daerah maupun DPRK, para sopir merasa aspirasi mereka tidak digubris oleh pemangku kebijakan.

    “Kami sudah bawah masalah ini ke Bupati Teluk Bintuni dan DPR, namun nyatanya travel akan melakukan launching besok Senin,” bebernya.

    Baca juga:  1 Tahun PKBM Kasih Rumbai Koteka Bintuni : Kini Tampung Ratusan Anak Putus Sekolah

    Dampak dari aksi mogok ini mulai dirasakan oleh para pengguna moda transportasi darat yang hendak menuju Bintuni. Banyak warga yang telantar dan kesulitan mendapatkan tumpangan mobil karena ratusan armada Hilux berhenti beroperasi.

    “30 tahun kami melayani warga sejak zaman masih distrik, jalan masih berlumpur, hingga saat ini jalan sudah mulus, baru ada perusahan transportasi yang masuk merusak piring makan kami,” kata salah satu sopir, Samuel Serok.

    Baca juga:  Randis Pemkab Bintuni Dikuasai Mantan Pejabat, Kejari Turun Tangan

    Samuel mendesak pemerintah daerah, kabupaten maupun provinsi, untuk segera turun tangan menyelesaikan konflik kepentingan ini. Dia menegaskan bahwa kehadiran perusahaan transportasi besar hanya akan mematikan ekonomi ratusan kepala keluarga.

    “Kami minta perhatian pemerintah sebab hal ini bukan masalah satu atau dua orang, tetapi kepentingan banyak orang,” kata Samuel.

    Saat ini terdapat sekitar 300 lebih sopir Hilux yang menggantungkan hidupnya khusus pada jalur lintas kabupaten tersebut. Kehadiran Travel Transnusa dianggap sebagai ancaman bagi keberlangsungan hidup para sopir. (LP2/red)

    Latest articles

    Yudisium Perdana FEB UNCRI Manokwari, 111 Mahasiswa Sandang Gelar Sarjana

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mengukuhkan 111 lulusan baru dalam yudisium perdana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Manokwari. Momen bersejarah ini...

    More like this

    Rusak Fasilias Kantor DPMK Teluk Bintuni, Salah Satu Oknum Pegawai Dilaporkan ke Polisi

    TELUK BINTUNI,Linkpapua.id-Pengrusakan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...

    Gelar Safari Ramadan, Golkar Tebar “Keberkahan” untuk Masyarakat Teluk Bintuni

    TELUK BINTUNI,Linkpapua.id-DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat, melanjutkan perjalanan Safari Ramadhan di Kabupaten Teluk...

    Kapolres Bintuni Pastikan Pos Pengamanan Idulfitri Siap Layani Warga

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto memastikan seluruh pos pengamanan...